Mohon tunggu...
Lilian Kiki Triwulan
Lilian Kiki Triwulan Mohon Tunggu... Penulis - Always be happy

La vie est une aventure

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Buah Kepel, Buah Langka yang Menggoda Mata

7 Januari 2022   15:05 Diperbarui: 8 Januari 2022   17:45 576 31 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Buah Kepel (dok: pribadi)

Buah Kepel, buah yang baru pertama kali terlihat dari pandangan mata dan membuat penasaran soal rasa. Pohonnya tinggi menjulang, daunnya rimbun, kalau usianya mungkin sudah puluhan tahun tertanam. Buahnya bergelantungan di batang dari bawah hingga ujung pohon.

Buah Kepel ini nampak di balik Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga yang sukses membuat penasaran tingkat dewa. 

Awalnya tak begitu penasaran karena dikira tanaman buah biasa. Tetapi setelah berbunga ternyata menambah rasa keingintahuan, karena muncul bunga-bunga di batang utama yang bergelantung manja.

Lama-kelamaan bunga itu berubah menjadi buah yang kecil-kecil. Setelah tak diperhatikan buah ini semakin membesar ukurannya seperti sawo dan nampak bulat. 

Warna kulitnya coklat hampir mirip sawo tapi ini bukan sawo yang rasanya manis dan warnanya kecoklatan. Akhirnya bertanyalah kesana kemari mencari informasi tentang buah ini.

Tebakan awalnya Kopi Anjing tapi ternyata bukan karena tekstur buahnya yang berbeda. Lalu, ada petugas yang lewat, kesempatan untuk cari tahu dan dari petugas itu membuahkan jawaban yang memuaskan. 

Namanya buah Kepel atau nama latinnya Stelechocarpus Burahol atau orang menyebutnya juga Burahol tapi nama ini kurang familiar dibanding dengan Kepel.

Buah Kepel (dok: Lilian Kiki Triwulan)
Buah Kepel (dok: Lilian Kiki Triwulan)

Buah ini masih sangat asing karena memang tidak pernah ditemui di supermarket, pasar tradisional maupun di toko-toko buah. Dari sinilah kemudian mulai pencarian di berbagai media tentang buah Kepel, khasiat dan informasi lainnya.

Benar saja, menurut Mbah Google, buah ini memang merupakan tanaman langka dan tidak banyak yang membudidayakan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan