Mohon tunggu...
Lilia Gandjar
Lilia Gandjar Mohon Tunggu... Pengajar, Penulis, Pencinta Lingkungan

Lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Indonesia. Berkutat di laboratorium Kimia Fisika Puspiptek dan terlibat penelitian di bidang Biodegradable Wastewater Treatment. Memiliki pengalaman industri di bidang Quality Management dan terlibat sebagai Tim ISO.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Parenting: Anak Perlu Tahu Tragedi Kemanusiaan

6 Juni 2020   05:00 Diperbarui: 7 Juni 2020   01:30 23 7 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Parenting: Anak Perlu Tahu Tragedi Kemanusiaan
Illustrasi | www.shutterstock.com

Seolah belum cukup drama kesehatan Covid-19. Musibah ekonomi dan tingginya angka pengangguran. Kini muncul katastrofe rasis.

George Floyd menjadi dua kata yang identik dengan tragedi lenyapnya rasa kemanusiaan. Rasisme. Menerima suatu ras dan menolak ras lainnya.

Apakah anak-anak perlu tahu hal ini? Jelas mereka harus belajar tentang empati. Agar emosi mereka menjadi cerdas. 

Kelak mereka akan berhadapan dengan berbagai macam orang dengan latar belakang berbeda. Pembekalan empati, mempersiapkan anak agar dapat mengasihi sesamanya tanpa membedakan-bedakan SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan).

"Children are thinking about race already by the end of their first year of life,"

Andrew Baron - Profesor Psikologi di University of British Columbia

1 -- Berikan pengertian tentang SARA

Di belahan bumi manapun, isu Suku Agama Ras Antargolongan (SARA) sangat sensitif. SARA itu bagai kelas sosial yang abstrak. Suatu kebanggaan yang lahir dari ego.

Masalah SARA erat dengan kegiatan berelasi sehari-hari. Di lingkungan tempat tinggal, di kantor, di sekolah, di kampus, di ruang publik, hingga di bilik hati.

Memilih teman, harus! Menolak berteman, boleh! Menilai orang lain dari kacamata sendiri, wajar! Tetapi yang paling penting, seperti apa kriterianya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x