Ekonomi Pilihan

Capres, Makanan Kesukaan dan Kebijakan Pangan

13 Januari 2019   19:10 Diperbarui: 18 Februari 2019   08:54 515 6 3
Capres, Makanan Kesukaan dan Kebijakan Pangan
Foto : Wordpress.com, Busy.org, Selera.com, The Jounal.ie


Pengalaman Amerika

Saat ini semua mata masyarakat Indonesia diarahkan pada calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Banyak topik dihubungkan dengan pemilihan presiden (Pilpres). Juga soal makanan kesukaannya. 

Di Amerika, keterkaitan antara apa makanan kesukaan dan kebijakan yang dijalankan Presiden memang dianggap valid. 

Publik Amerika melihat bahwa selera makan President Trumph berkorelasi dengan kebijakan kebijakannya. Trumph adalah penyuka MacD, KFC dan juga junk food lainnya. Dan hal ini terefleksi pada kebijakan kebijakannya yang lamban untuk meneruskan kebijakan gizi anak sekolah dan pelabelan makanan yang sempat dilakukan oleh Presiden Obama. Terlebih, Trump membalikkan upaya pada adanya kebijakan sertifikasi pangan organik yang ada di departeman pertanian di Amerika (USDA).

Pada saat yang sama, Trump membatasi secara ketat pekerja migran di sektor pertanian yang pada umumnya adalah pendatanga dari Mexico. Alhasil, upah pekerja di sektor pertanian saat ini meningkat, dan mempengaruhi  harga pangan. 

Kebijakan perdagangan luar negeri Trump, khususnya untuk sektor pertanian dikenal protektif. Kemenangan Trump di WTO untuk urusan pertanian dinilai merugikan negara negara yang sedang melakukan swasembada pangan, seperti  Indonesia. 

Trump and MacD (Photo : Independent.co.id)
Trump and MacD (Photo : Independent.co.id)
Kita bisa membandingkan gaya dan selera makan Trump dengan Obama. Obama dan istrinya, Michele Obama sangat perduli pada kebiasaan makan yang sehat. Secara pribadi Obama dan Michele menjalankan kebiasaan makan sehat dalam keseharian. 

Ingat juga minat Presiden George W Bush pada kebugaran dan ini berkontribusi pada kepedulian atas adanya kecenderungan obesitas di Amerika. George Bush memulai adanya program makan siang di sekolah, dan kebijakan ini oleh Obama.

Michelle Obama and the While House's Vegetable Garden (Foto : NY Daily News)
Michelle Obama and the While House's Vegetable Garden (Foto : NY Daily News)
Bagaimanapun, presiden dan keluarganya adalah panutan. Ini dapat dilihat pada masa perang dunia kedua. Eleanor Roosevelt menjadi panutan karena ia meniadakan acara minum kopi sesudah acara makan malam. Hal ini terjadi setelah ia membaca keluhan warga soal untung ruginya minum kopi di masa itu.

Lalu, apakah George W Bush yang penggemar 'cheese sandwich', sementara ayahnya George H.W. Bush penyuka 'hot dog' mempengaruhi kebijakan pangannya? Juga, apakah kesukaan Ronald Reagan yang penyuka 'Jelly Bean' juga mempengaruhi kebijakan pangannya di masa itu? Mungkin masih perlu analisis lebih jauh. 

Ronald Reagan dan Jelly Bean (Vision of America)
Ronald Reagan dan Jelly Bean (Vision of America)
Profesor Ken Albala dari Universitas the Pacific yang juga pendiri program studi pangan di San Francisco mengingatkan perlunya sikap hati hati dalam membuat kesimpulan. Adanya kebun sayur di Gedung Putih di masa presiden Obama mungkin berhubungan dengan berbagai kebjakan Obama dalam hal pangan. Namun apakah Obama berhasil merubah pola makan masyarakat? Mungkin perlu waktu untuk membuktikannya. Waktu yang dalam masa pemerintahannya terlalu pendek untuk bisa merubah kebiasaan masyarakat Amerika yang sudah membudaya untuk mengkonsumsi makanan dengan tinggi kalori, berminyak dan tidak seimbang gizinya. 

Profesoer Albala juga mengatakan bahwa sering kali kantor kepresidenan punya sikap menolak kenyataan atau 'denial' tentang kesukaan akan makanan presiden mereka yang sesungguhnya. Soal Presiden Bill Clinton yang suka hamburger (sebelum menjad vegan), misalnya, tidak pernah disebutkan. Bagaimana dengan tidak fleksibelnya Trump pada jenis makanan, misalnya, tidak juga muncul di permukaan. Trump, misalnya, menolak hampir semua makanan yang asing baginya. Hal ini sering tidak diakui, karena hal tersebut juga menggambarkan sifatnya yang tidak fleksibel dan tidak mau mendengar saran orang lain. 

Profesor Ken Albala menyampaikan bahwa, walaupun makanan seorang presiden tidak selalu menentukan bagaimana ia mempengaruhi cara makan masyarakat dan juga kebijakan pangannya, tetapi selera makan menunjukkan seperti apa presidennya. 

Adalah menarik untuk menyaksikan mantan Presiden Amerika, Obama yang hadir pada the Global Food Innovation Summit in Milano, Italy, dan mengingatkan pengaruh pola konsumsi masyarakat pada perubahan iklim. Ia menyebut peningkatan konsumsi daging di antara masyarakat di Negara yang penduduknya banyak dan saat ini meningkat pendapatannya, seperti Cina, India dan Indonesia, akan berpengaruh pada perubahan iklim. Dia menambahkan bahwa mungkin hanya petani yang paham mengapa sapi menghasilkan methan dan bagaimana ini berpengaruh pada gas rumah kaca. Artinya, makan leibh banyak sayur dan mengurangi porsi stik anda adalah anjurannya (qz.com)

Presiden Indonesia, Makanan Kegemaran dan Kebijakan Pangan

Bagi semua presiden Indonesia, baik yang dipilih dengan proses demokratis ataupun tidak, kebijakan pangan adalah amat sangat penting. Ini berkaitan erat dengan kondisi rakyatnya. Turun naiknya harga pangan menjadi ukuran kepercayaan jalannya pemerintahan. Bahkan, harga beras jadi penting pada hari diselenggarakannya pemilu.

Tentu sejarah pertanian, temasuk padi,  Indonesia perlu dipahami sebagai warisan masa kerajaan kuno, seperti antara lain, Sriwijaya. Adalah kolonialisme Portugis dan Belanda yang kemudian yang merubah komoditas andalannya menjadi rempah rempah dan juga tanaman keras.  Di bawah ini rangkuman dari Kebijakan Pangan di Indonesia, Suatu Tinjauan (Leo Kusuma, 2013).

Baiklah, kita coba lihat lagi makanan kesukaan Presiden Indonesia dan kaitannya dengan kebijakan pangan mereka.. Apakah makanan kesukaan para Presiden RI mempengaruhi kebijakan pangannya?

Presiden Soekarno. 

Presiden Soekarno menyukai makanan-makanan tradisional seperti nasi jagung, sate, rawon dan sayur lodeh. Menurut presiden Soekarno, nasi jagung melambangkan kerja kerasa petani saat ini dan membuktikan indonesia sebagai bangsa agraris. Satu lagi makanan favorit presiden Soekarno yang kini sudah punah yakni Bagar Hiu, daging ikan hiu yang dimasak seperti rendang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3