Mohon tunggu...
Laviola Safriyaningsih
Laviola Safriyaningsih Mohon Tunggu... Mahasiswa

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Penerapan Keterampilan Proses Sains di SD

18 April 2021   10:37 Diperbarui: 18 April 2021   10:49 104 2 0 Mohon Tunggu...

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik dengan seorang peserta didik yang didalamnya mengajarkan suatu ilmu. Pembelajaran mecakup berbagai macam ilmu pengetahuan. Dalam menjalankan suatu pembelajaran harus berdasarkan kurikulum yang ada. Kurikulum merupakan suatu rencana pembelajaran yang disusun secara teratur untuk menyelesaikan suatu program pendidikan (Kusumaningrum, 2018). Kurikulum yaitu salah satu komponen pendidikan yang berisi tentang visi, misi, dan tujuan dari pendidikan. Pendidikan di Indonesia saat ini menerapkan pembelajaran dengan kurikulum 2013. Pembelajaran kurikulum 2013 menekankan pada penguatan keterampilan proses siswa. Pembelajaran kurikulum 2013 merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk meningkatkan potensi yang ada dalam diri mereka dengan memperhatikan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. Salah satu pembelajaran di dalamnya yaitu IPA. Proses pembelajaran IPA yaitu mengarahkan siswa untuk menyelidiki sehingga siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam dengan cara menggabungkan pengalaman proses dan pemahaman produk dari pengalaman langsung (Amal et al. 2019). Pembelajaran IPA lebih menekankan pada kemampuan keterampilan siswa dalam memecahkan suatu masalah. Keterampilan merupakan suatu proses dimana siswa mampu menggunakan ide dan pikiran dalam mengerjakan suatu hal dalam pembelajaran sehingga menjadi lebih bermakna. Di sekolah dasar dalam pembelajaran IPA telah menanamkan suatu keterampilan proses sains. Kurikulum sains di sekolah dasar, (Yuliati, 2016) menekankan bahwa pembelajaran sains sebaiknya memuat tiga komponen, yaitu: Pertama, pengajaran sains harus merangsang tumbuhnya intelektual dan perkembangan siswa. Kedua, pengajaran sains harus melibatkan siswa dalam kegiatan-kegiatan praktikum/percobaan tentang hakikat sains. Ketiga,sains pada sekolah dasar seharusnya: (a) mendorong dan merangsang terbentuknya sikap ilmiah, (b) mengembangkan kemampuan penggunaan keterampilan proses sains, (c) menguasai pola dasar pengetahuan sains, dan (d) merangsang tumbuhnya tumbuhnya sikap berpikir kritis dan rasional. 

Keterampilan proses sains merupakan keterampilan yang berkaitan dengan kemampuan dasar siswa dalam kegiatan ilmiah untuk menemukan sesuatu. Keterampilan ini sangat baik diterapkan karena dapat mengetahui proses belajar siswa. Berdasarkan Permendikbud Nomor 58 Tahun 2014, penerapan pembelajaran keterampilan proses sains dapat berupa mengamati, menanya/mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Kegiatan dalam pembelajaran keterampilan poses sains berpusat pada siswa. Pengembangan keterampilan proses dapat diperoleh melalui pengembangan pengalaman langsung dalam belajar. Melalui pengalaman langsung siswa dapat lebih memahami proses atau kegiatan yang sedang dilakukan (Bidayah, 2019). Keterampilan Proses Sains merupakan pendekatan pembelajaran yang dirancang agar siswa mampu memperoleh fakta, membangun konsep, dan teori dalam pembelajaran yang diterima (Djumiati,2020).

Gagne menjelaskan bahwa keterampilan proses sains merupakan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip yang dapat dimiliki siswa bila dia memiliki kemampuan dasar tertentu, yaitu keterampilan proses sains yang dibutuhkan untuk menggunakan sains (Djumiati, 2020). Keterampilan proses sains adalah semua kemampuan yang diperlukan untuk memperoleh, mengembangkan, dan menerapkan konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum-hukum dan teori-teori sains baik berupa kemampuan mental, fisik, maupun kemampuan sosial (Yulianti, 2016). Untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa, perlu dilakukan dengan kegiatan pembelajaran yang dapat memacu timbulnya keterampilan proses siswa pada materi IPA di tingkat sekolah dasar. Peningkatan keterampilan proses sains dapat diperoleh melalui pembelajaran secara langsung atau biasa disebut praktikum. 

Adanya pembelajaran secara langsung dapat menjadikan siswa lebih aktif dan lebih memahami konsep yang disampaikan. Adapun kelebihan dalam pembelajaran secara langsung (Yuliati, 2016) yaitu: 1) tepat waktu dalam mengajar, sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa baik secara kognitif dan fisik; 2) dengan adanya alat peraga yang digunakan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan; 3) memberikan kesempatan siswa untuk menemukan dan menerapkan ide-ide yang ada pada diri siswa dalam menyelesaikan soal yang diberikan; 4) dengan adanya kerja kelompok yang dilakukan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam mengerjakan soal dengan teman kelompoknya. Sedangkan kesulitan yang dihadapi saat penerapan keterampilan proses sains yaitu jika siswa yang belum paham tentang materi yang diajarkan maka siswa belum bisa menerapkan keterampilan proses. Cara mengatasi kesulitan tersebut yaitu guru harus telaten dalam mengajari siswa. Siswa ditanya terlebih dahulu kesulitannya bagaimana, lalu guru memberikan penjelasan dan bimbingan kepada siswa.

Hasil belajar siswa setelah menerapkan keterampilan proses sains akan meningkat menjadi lebih baik. Berbeda jika pembelajaran hanya berupa membaca tanpa proses mengamati maka kurang maksimal hasil belajarnya. Hal itu terjadi karena siswa tidak terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga kurang menguasai materi yang diajarkan. Adanya keterampilan proses sains diharapkan siswa dapat menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif karena mereka terlibat langsung dalam memecahkan suatu permasalahan.

Oleh: Laviola Safriyaningsih

Mahasiswa PGSD, Universitas Muhammadiyah Purworejo

VIDEO PILIHAN