Mohon tunggu...
Latifasya Kholifa
Latifasya Kholifa Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Public Relations

Saya merupakan mahasiswa semester 5 Public Relations di Universitas Kristen Satya Wacana. Hobi saya adalah membaca novel dan juga memasak. Saya memiliki minat dalam bidang jurnalistik yang kini tengah saya kembangkan secara autodidak.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Konsep Merdeka Belajar bagi Guru dan Murid

3 Desember 2022   10:42 Diperbarui: 3 Desember 2022   10:45 180
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

( Latifasya Kholifa Ma'arif )


Abstrak

KEMENDIKBUD berinovasi menyiapkan peserta didik yang dapat menyongsong seluruh elemen perubahan, kemajuan teknologi, dan perkembangan zaman agar mampu melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan juga kreatif. Untuk menjawab hal tersebut, dalam peringatan Hari Guru Nasional di tahun 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mencetuskan konsep Pendidikan "Merdeka Belajar". 

Konsep merdeka belajar ini bagi siswa/siswi adalah agar mereka dapat menyesuaikan diri dalam memahami berbagai materi yang diberikan, memecahkan jawaban sesuai dengan kemampuannya, ibarat bermain game, kita harus mampu menyelesaikan seluruh tantangan dan akan naik level, jadi bukan lagi dengan cara pukul rata kemampuan tiap peserta didik. 

Disisi lain, peran tenaga pendidik sangat berpengaruh terhadap berkembangnya kualitas pendidikan yang didapat oleh para peserta didik sesuai dengan Motto Merdeka Belajar yakni 'Merdeka Belajar, Guru Penggerak'. Konsep Merdeka Belajar ini menuntut guru untuk kreatif dalam menyampaikan pembelajaran dengan konsep belajar dalam jaringan (DARING).
Konsep Kunci: Merdeka Belajar, Pendidikan

Pendahuluan

Seiring dengan perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan juga teknologi yang semakin pesat, KEMENDIKBUD berinovasi menyiapkan peserta didik yang dapat menyongsong seluruh elemen perubahan, kemajuan teknologi, dan perkembangan zaman agar mampu melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan juga kreatif. Untuk menjawab hal tersebut, dalam peringatan Hari Guru Nasional di tahun 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mencetuskan konsep Pendidikan "Merdeka Belajar".

Konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang memerdekakan. Tujuan dari pendidikan adalah kemerdekaan. Merdeka berarti setiap orang bebas memilih menjadi apa saja, dengan catatan adanya penghargaan terhadap kemerdekaan yang dimiliki orang lain. Menurut Priyo Dwiarso, siswa harus memiliki jiwa merdeka, dalam arti merdeka lahir, batin serta tenaganya. Jiwa merdeka ini sangat diperlukan sepanjang jaman agar bangsa Indonesia tidak didikte negara lain. Sistem among melarang adanya hukuman dan paksaan kepada anak didik karena akan mematikan jiwa merdekanya, mematikan kreativitasnya (Dwiarso, 2010: 6). Menurut Mendikbud Nadiem Makariem, arti sesungguhnya dari merdeka belajar adalah kemandirian murid dalam proses belajar dan kemerdekaan bagi lingkungan Pendidikan untuk menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran. Merdeka belajar tidak lagi dibatasi oleh kurikulum, tetapi siswa dan guru harus memiliki kreatifitas, untuk menggapai pengetahuan. Siswa benar-benar dilatih untuk mandiri. Merdeka belajar memiliki potensi yang tinggi untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih maju dengan menggali potensi dari tiap peserta didik di seluruh jenjang pendidikan. Selain itu, sistem pendidikan ini juga memiliki objektifnya sendiri yakni menciptakan anak-anak yang memiliki "growth mindset" apapun passion mereka, sehingga bakat atau passion yang mereka miliki dapat terus berkembang dan menjadi potensi yang besar di kemudian hari.

Dari gagasan "Merdeka Belajar" ini dapat direfleksikan bahwa sesungguhnya untuk membangkitkan pendidikan di Indonesia tidak memerlukan teori dan juga konsep yang rumit, tidak memerlukan jalur birokrasi yang panjang dan lebar, tidak pula memerlukan administrasi yang berhalaman-halaman, dan yang terakhir tidak perlu mengukur capaian kompetensi peserta didik dengan menggunakan patokan nilai yang justru dapat mencemaskan peserta didik itu sendiri.  Harapan dari adanya sistem baru ini yakni dapat memberikan setiap siswa kesempatan belajar yang lebih nyaman, tenang, serta menyesuaikan dengan polanya masing-masing dengan tanpa terikat pada tuntutan tertentu. Sehingga seluruh peserta didik diharapkan dapat lebih memperhatikan passion, bakat, serta minat yang mereka miliki dan dapat membangun suasana belajar individual mereka agar lebih kondusif. Inovasi ini haruslah dimaksimalkan dalam pengaplikasiannya oleh seluruh lembaga terkait demi hasil yang maksimal pula.

Pembahasan

Konsep merdeka belajar ini bagi siswa/siswi adalah agar mereka dapat menyesuaikan diri dalam memahami berbagai materi yang diberikan, memecahkan jawaban sesuai dengan kemampuannya, ibarat bermain game, kita harus mampu menyelesaikan seluruh tantangan dan akan naik level, jadi bukan lagi dengan cara pukul rata kemampuan tiap peserta didik. Namun, kita menghadapi tantangan dalam upaya menjalankan sistem tersebut, yakni karena adanya pandemi COVID-19. Berbagai hal akan terus diupayakan dinas pendidikan demi berlangsungnya Merdeka Belajar bagi perkembangan peserta didik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun