Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Malaikat, Lily, Cattleya] Andai Aku Nobita

29 Oktober 2019   06:00 Diperbarui: 29 Oktober 2019   07:11 52
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Andai Aku Jadi Nobita

"Pelan-pelan, Jose. Sini..."


Alea mengulurkan tangan. Lembut membantu Jose berpindah posisi, dari kursi roda ke sofa. Setelah itu ia bergegas menuju dapur. Mengambilkan dua gelas susu hangat.

"Diminum dulu susunya. Selagi masih hangat," lanjutnya.

Jose menerima gelas dari tangan Alea dalam diam. Alea menjatuhkan diri di sofa. Sekali pandang saja, ia tahu ada badai di hati suaminya.

Alea enggan bertanya. Bukan tak peduli, bukannya tak mau tahu. Menanyai Jose sesulit mendaki Gunung Everest bagi para pendaki amatir. Dinantinya Jose bercerita.

"Hmmmm...sepertinya kamu tidak mau peduli." Jose bergumam sendiri.

Sontak Alea menolehkan kepala. "Justru aku menunggumu bercerita. Aku tahu kamu tidak suka ditanya-tanya."

Nah, kurang baik apa Alea memahami Jose? Tak ada cinta di hatinya. Bukan berarti dia gagal mendalami karakter seorang Jose Gabriel Diaz.

Badai di hati Jose berawal dari rasa cemburu. Tadi siang, Jose dan Alea mengantar Arini ke stasiun televisi swasta tempatnya mengisi talk show motivasi. Pihak stasiun televisi menginginkan Arini datang bersama kedua orang tuanya. Segmen demi segmen acara berjalan menyenangkan. Jelang segmen terakhir, Alea didekati produser acara itu. Si produser mengaku teman kuliah Alea di Universitas Colorado. Semula Alea lupa. Kotak ingatannya baru terbuka ketika sang produser menunjukkan video perform mereka di kampus. Ternyata Alea dan si produser pernah tampil satu panggung saat membawakan Tari Kecak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun