Latifah Maurinta
Latifah Maurinta pelajar/mahasiswa

9 September 1997. Komunitas Bisa, UPI Student Choir, DJ Arie School. Novel, medical, and psychology. Penyuka lily dan green tea. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @maurinta

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ragu Berikan Panggilan Sayang? Ini Manfaat Positifnya

7 September 2017   06:10 Diperbarui: 7 September 2017   07:51 1010 20 18

"Good night, My Lovely Brother."

Saya tak canggung lagi melekatkan panggilan 'My Lovely Brother' padanya. Sebaliknya, dia memanggil saya 'My Lovely Sister'. Dia memang kakak saya yang inspiratif dan mengagumkan. Tiap kali membaca e-mail dan apa yang ditulisnya, entah mengapa saya selalu mendengarkan lagu Calvin Jeremy. Lagu yang mana saja. Pasalnya, banyak lagu-lagu Calvin Jeremy yang liriknya cocok untuk kakak saya. Beberapa kali saya pun menunjukkan lagu-lagu itu padanya. Entah dia mendengarkannya atau tidak. Entah dia dapat menyanyikannya atau tidak. Saya penasaran dan ingin menanyakannya.

Bukan hanya dengan kakak saya, di rumah pun saya punya beberapa panggilan sayang. Yang paling sering digunakan adalah 'Gadisku' dan 'Non'. Terkadang jika ada situasi tertentu, saya dipanggil 'Anak Cantik' dan 'Anak Manis'. Waktu kecil bahkan saya pernah dipanggil 'Pumpkin' oleh salah satu anggota keluarga.

Beberapa teman terdekat terbiasa memberikan panggilan sayang. Kami biasanya memanggil 'Sayang'. Mainstream, tapi asyik dan tidak membosankan. Beberapa kakak kelas menyebut saya 'Princess' dan 'Peri Kecil'. Pernah juga saya dipanggil 'Dear', 'Sugar', dan 'Love'.

Entah ini termasuk panggilan sayang atau julukan biasa. Ketika masih kecil, banyak teman memanggil saya 'Bule'. Bukannya terintimidasi atau takut, saya malah senang bermain dengan mereka. Julukan yang mereka lekatkan justru membuat saya dan mereka kian akrab. Di samping itu, mereka tak mempermasalahkan perbedaan di antara kami. Bukankah perbedaan itu indah? Jangan hanya gegara perbedaan, terjadi aksi bullying dan saling menjatuhkan.

Cuplikan kisah di atas menjelaskan tentang panggilan sayang yang beredar dalam kehidupan dan komunikasi sehari-hari. Banyak jenis panggilan sayang. Mulai dari panggilan mainstream seperti 'Sayang', 'Baby', 'Babe', 'Honey', 'Sugar', 'Dear', 'Love', 'Sweetheart', 'Liebe', 'Pumpkin', 'Cherie', 'My Little Angel', 'My Lovely', dll. Sampai panggilan sayang aneh-aneh dan lucu seperti 'Chubby' dan semacamnya.

Panggilan sayang sering kali dianggap konyol dan menggelikan. Ada pula yang menganggapnya aneh. Perasaan ragu dan gengsi sering kali menyeruak tiap kali akan memberi panggilan sayang.

Eits, jangan gengsi dulu. Panggilan sayang ternyata memiliki manfaat positif. Menurut Elizabeth Landau, panggilan sayang menunjukkan sehatnya suatu hubungan. Penelitian yang dilakukan Pepper Schwartz dari University of Washington melibatkaan 100 ribu pasangan. 76% partisipan merupakan pasangan bahagia yang memiliki panggilan sayang. Harvard Law School juga melakukan sebuah penelitian. Hasilnya, panggilan sayang merupakan kata-kata positif yang berakibat baik dalam kehidupan dan proses mengambil keputusan.

Bagi wanita, panggilan sayang memberikan efek positif. Wanita yang sering mendengar panggilan sayang untuknya cenderung lebih percaya diri. Ketika mendengar panggilan sayang, terjadi proses neurochemical di dalam otak. Proses ini memicu keluarnya hormon Oksitosin, Vasotosin, dan hormon cinta. Semua hormon itu membawa perasaan bahagia dan hangat. Efeknya positif.

Panggilan sayang hanya untuk pasangan kekasih atau suami-istri? Jangan salah. Dalam hubungan apa pun, panggilan sayang tetaplah penting. Entah itu hubungan cinta, keluarga, saudara, teman, sahabat, orang tua pada anak, bahkan guru pada murid. Panggilan sayang bersifat universal. Bisa diberikan pada hubungan apa saja.

Adanya panggilan sayang menunjukkan kebahagiaan sebuah hubungan. Menggunakan panggilan sayang berarti menjadikan seseorang dekat dan menganggap penting hubungannya dengan orang lain. Kedekatan itu jauh lebih terasa saat mereka memanggil dengan panggilan sayang, dibandingkan memanggil dengan nama asli. Panggilan sayang menciptakan hubungan yang sehat, bahagia, ceria, romantis, dan menyenangkan. Lewat panggilan sayang, orang terdorong untuk saling menyayangi dan mencintai.

Panggilan sayang membuat pemakainya merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Perasaan hangat menyelimuti jiwa mereka ketika saling melontarkan panggilan sayang. Sesuatu yang lembut menyentuh hati saat panggilan sayang terucap. Panggilan sayang adalah bahasa cinta. Ada selipan afirmasi dalam panggilan sayang yang kita ucapkan. Bahasa cinta banyak jenisnya. Panggilan sayang salah satunya. Jika sudah memiliki panggilan sayang, jangan berhenti memakainya. Tetaplah gunakan panggilan sayang sebagai bahasa cinta.

So, jangan ragu dan gengsi memberikan panggilan sayang. Jangan ragu pula menunjukkannya di depan orang lain. Bukan karena ingin pamer kemesraan atau bahasa cinta yang khusus, melainkan untuk menunjukkan ketegasan dan menguatkan perasaan kita. Panggilan sayang merupakan salah satu bentuk kata-kata positif. Kata-kata positif akan menghasilkan energi positif. Kompasianer, maukah kalian memberikan panggilan sayang pada orang-orang yang menurut kalian pantas mendapatkannya?