Mohon tunggu...
Irma Tri Handayani
Irma Tri Handayani Mohon Tunggu... Ibunya Lalaki Langit,Miyuni Kembang, dan Satria Wicaksana

Ibunya Lalaki Langit ,Miyuni Kembang,dan Satria Wicaksana serta Seorang Penulis berdaster

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

"Move On"-nya Emak-emak di Tengah Ketidakpastian Jadi Penyumbang Kestabilan Keuangan

29 Juni 2020   21:05 Diperbarui: 29 Juni 2020   21:16 65 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Move On"-nya Emak-emak di Tengah Ketidakpastian Jadi Penyumbang Kestabilan Keuangan
Diolah dari twitter @BKNgoid, canva dan dokpri

Sudah hampir 4 bulan terlewati masa pandemi. Sempet ketar-ketir di awal PSBB membayangkan 3 bulan ke depan seperti apa kondisi keuangan.

Bisakah makan esok hari? Mungkinkah kebutuhan terpenuhi? Mampukah tagihan bulanan terbayari? Listrik,cicilan rumah,arisan RT?

Sedikit curhat, sebelum pendemi saya mengajar di sebuah bimbingan belajar. Paling tidak 100 ribu saya kantongi tiap hari. Biaya makan, ongkos anak sekolah dan juga jajan serta arisan bisa tercover.

Ketika sektor pendidikan meniadakan pertemuan langsung,maka begitupun bimbel,demi efisiensi jadwal semua pembelajaran diambil alih pusat,maka pengajar di cabangpun terpaksa libur.

Otomatis semenjak saat itu saya harus bisa menjaga keuangan keluarga yang kini hanya bersumber dari satu pintu .

Sadar memang masukan uang kini seadanya segera saya move on. Meratapi penghasilan yang biasa masuk ke dompet hanya akan menyiksa diri. Berdarah- darah membayangkan hari esok  dengan kondisi dompet peot itu tak ada guna Mak.

Dokpri
Dokpri
Saya  harus mencoba tenang. Kondisi tenang diharapkan  mampu menghasilkan keputusan baik.

Saya coba cari tahu hingga Desember atau akhir tahun  apa yang bisa saya  dapatkan. Masih ada bulanan dari kantor meskipun tak sebesar gaji normal.

Masih ada honor suami yang biasanya hanya cukup untuk membayar cicilan rumah dan bensin untuknya sampai ke tempat kerja.
Karena dia kerja di rumah juga, maka biaya bensin bisa dialihkan untuk membantu biaya harian lain, lumayan.

Saya harus bisa Mengatur ulang keuangan untuk bertahan hidup. Anggaran belanja tentu takkan sama dengan kondisi normal.

Namun jika dicemati biaya hidup selama pendemi tak sama. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x