Mohon tunggu...
Kusworo
Kusworo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penjelajah Bumi Allah Azza wa Jalla Yang Maha Luas Dan Indah

Pecinta Dan Penikmat Perjalanan Sambil Mentadaburi Alam Ciptaan Allah Swt

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

"Hatshepsut Tample", Maha Karya Arsitektur Mesir Kuno (Bagian ke Delapan: Pesona Pelayaran Kapal Pesiar Aswan-Luxor)

21 September 2021   16:00 Diperbarui: 21 September 2021   16:07 1064
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hatshepsut membangun kejayaan kerajaan dinasti ke delapan belas dengan banyak melakukan ekspedisi perdagangan dan ekspedisi ke Byblos dan Semenenanjung Sinai dan kemungkinan juga melakuan penyerangan ke kerajaan Nubia dan Kanaan.  Dengan perannya Hatshepsut menjadi Firaun Wanita ternama dizamannya.

Sayangnya setalah kematiannya (muminya ditemukan pada 27 Juni 20017 di lembah para raja dengan kode makam KV60 yang telah diidentifikasaikan sebagai jasatnya) dan peralihan kekuasaan firmaun ke Thumose III, pengrusakan terhadap karya besar Hatshepsut banyak dilakukan di kuilnya.

Banyak patung Hatshepsut dirobohkan bahkan dihancuran atau diubah bentuknya sebelum dikubur dalam lubang. Relief-relief di dinding yang bergambar dirinya di pahat disamarkan atau dihilangkan yang merusak karya seni di dalamnya. Di Karnak temple bahkan ada upaya untuk menutup batu Obelisk nya.

Banyak analisis spekulasi terjadi dari para ahli yang menyatakan bahwa ini upaya sistematis penerusnya atau pihak lain untuk menutupi popularitas Hatshepsut, firaun wanita yang tak ingin menjadi penghalang populeritas Firaun berikutnya atau mungkin upaya menghemat uang untuk membangun monument pemakaman Thutmose III dengan menggunakan pondasi Kuil Hatshepsut.

Atau pengrusakan yang sistematis yang dilakukan oleh Amenhotep II,  Putra Thutmose III dan para pengikut setianya agar dapat mengukuhkan hak warisnya sebagai firaun berikutnya. Dengan mematahkan garis keturunan kerajaan dengan tidak mencantumkan nama ratu dan menhilangkan gelar kuat dan peran resmi wanita di kerajaan.

Secara logika semua menjadi masuk akal karena anggapan kebencian Thutmose III terhadap populeritas Hatshepsut sejak dirinya diangkat menjadi penguasa Mesir, karena selam ini dia hanya menjadi wakilnya.   Para ahli menganggap penghapusan populeritas Hatshepsut mirip dengan dammanatio memoriae Romawi.

Namun ada juga ahli yang beranggapan bahwa hipotesa itu terlalu sederhana. Bahwa Thutmose III yang masa mudanya berperan sebagai wakil Hatshepsut, yang dikenal sebagai seorang atlet, penulis, sejarahwan, ahli botani dan arsitek handal yang terkenal gigih dan focus, juga sebagai seorang Jendral, akan melakukan hal yang hina dengan membalas dendam pada ibu tiri dan juga bibinya, Hatshepsut, yang tentunya akan merenungkan  perbuatan tercelanya selama masa dua dekade pemerintahannya.  Wallahu a'lam bishawab.

Ku pandangi sekali lagi semua bangunan yang ada di Hatshepsut temple dari titik tertengah dimana aku bias memandang hampir semuanya. Betapa hebat wanita ini...betapa Allah telah menciptakan karakter wanita yang kuat dan perkasa dengan karya arsitektur yang maha hebat dizamannya. Walau dia hanya wanita yang kadang harus tunduk akan takdir dan kodratnya...

Teringat sebuah bait syair lagu "Island of Life" yang dinyanyikan Jon Anderson dalam sebuah konser bersama maestro instrumen Kitaro bercerita tentang Kehidupan :

....

 Without woman who am I?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun