Kukuh Pambuka Putra
Kukuh Pambuka Putra Dosen

Bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang ingin belajar seumur hidup..

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan highlight headline

Apakah Banyak Berkeringat Tanda Banyak Lemak Terbakar?

6 Oktober 2017   11:30 Diperbarui: 6 Oktober 2017   14:42 4081 13 3
Apakah Banyak Berkeringat Tanda Banyak Lemak Terbakar?
SUMBER: dok.prbadi

Saya sering menjumpai orang-orang yang melakukan joging siang hari menggunakan pakaian serba tertutup berlapis jaket tebal. Ketika saya bertanya kenapa melakukan joging siang hari dengan pakaian tebal, hampir semua menjawab "supaya berat badan cepat turun".  

Saya mengerti mereka mempercayai paradigma lama bahwa ketika olahraga, lemak "dibakar" menjadi energi dan keluar dalam bentuk keringat, serta suhu tinggi (panas) dapat membantu mempercepat pembakaran lemak. Jawaban serupa juga sering saya dapatkan dari orang-orang yang melakukan mandi uap (sauna). Namun apakah benar demikian?

Perlu dipahami bahwa lemak akan berkurang dari tubuh jika "digunakan" atau "dimetabolisme" dan hasil dari metabolisme lemak bukanlah keringat. Metabolisme lemak dan keringat bekerja dalam mekanisme yang berbeda dalam tubuh. Metabolisme lemak merupakan proses pengolahan lemak menjadi energi. 

Metabolisme lemak tidak memerlukan panas, justru panas (kalori) adalah hasil dari metabolisme sehingga semakin tinggi metabolisme maka semakin banyak panas yang dihasilkan tubuh sehingga suhu tubuh meningkat. Suhu tubuh yang terlalu tinggi akan berdampak buruk bagi protein-protein yang ada dalam tubuh. Nah, berkeringat merupakan proses evaporasi untuk menurunkan suhu tubuh dengan menguapkan cairan yang ada dalam tubuh.

Lalu bagaimana seharusnya latihan dilakukan jika ingin mengurangi lemak tubuh?

Metabolisme lemak memerlukan waktu relatif lama dan lemak dapat dimetabolisme jika ada oksigen. Maka untuk mengurangi lemak, logikanya, yang dibutuhkan adalah suplai oksigen yang lancar dan aktivitas fisik dalam waktu yang lama (karena jika dalam waktu singkat, tubuh cukup memetabolisme karbohidrat saja). 

Aktivitas yang dianjurkan adalah aktivitas yang memungkinkan adanya gerakan tubuh dengan beban ringan, lama, dan terjadi peningkatan frekuensi nafas, misal: joging, bersepeda, berenang, jalan-jalan. Tidak masalah apakah aktivitas tersebut dilakukan pagi, siang, sore atau malam, yang terpenting adalah aktivitas tersebut dilakukan.

Tidak ada keharusan aktivitas tersebut dilakukan dalam suhu tinggi, justru sebaiknya Anda memperhatikan metode pendinginan tubuh Anda untuk mencegah dehidrasi dan heat stroke. Pakaian olahraga dirancang mudah dilalui uap air dan cepat kering bukan tanpa alasan. Desain tersebut membantu Anda dalam proses pendinginan tubuh ketika suhu mulai meningkat.

Mengapa harus lama? Karena proses metabolisme lemak melalui beberapa tahap sehingga memerlukan waktu. Mengapa beban fisik ringan? Karena jika beban fisik berat maka tubuh akan melakukan metabolisme karbohidrat secara anaerob (tanpa oksigen) dan menghasilkan asam laktat. Penumpukan asam laktat akan menyebabkan rasa nyeri (karena bersifat asam) di bagian tubuh yang bekerja berat dan dapat menurunkan performa otot yang bekerja tersebut sehingga tidak dapat melakukan aktivitas dalam waktu lama.

Apakah Anda pernah mencoba melakukan push up sebanyak mungkin? Berapa banyak dan berapa lama Anda mampu melakukan push up? Apa yang membuat Anda berhenti melakukan push up? Apakah karena energi telah habis atau rasa nyeri pada otot-otot lengan? Rasa nyeri itulah yang disebabkan karena adanya asam laktat dalam jumlah besar di lengan Anda. Rasa nyeri tersebut akan hilang setelah 2 menit karena asam laktat akan ikut terbawa aliran darah menuju ke hati. Namun setelah rasa nyeri tersebut hilang, bisakah Anda melakukan push up lagi dengan jumlah repetisi yang sama? Biasanya tidak.

Energi yang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat secara anaerob (tanpa oksigen) tidak sebesar yang dihasilkan secara aerob (menggunakan oksigen). Itulah mengapa aktivitas yang bersifat anaerob hanya dapat dilakukan dalam waktu singkat, biasanya di bawah 3 menit anda sudah kelelahan. 

Jika tujuan Anda adalah metabolisme lemak, tentu saja bukan metabolisme karbohidrat secara anaerob yang Anda perlukan, maka latihan dengan beban berat kurang tepat bagi Anda. Sebaiknya Anda melakukan aktivitas dengan beban fisik ringan namun dapat Anda lakukan dalam waktu lama, untuk memicu metabolisme (baik karbohidrat maupun lemak) menggunakan oksigen.

Metabolisme yang menggunakan oksigen menghasilkan karbondioksida dan air dalam bentuk uap, sehingga semakin tinggi metabolisme aerob semakin banyak uap air dan karbondioksida yang dihasilkan. Anda dapat mengamati nafas Anda menggunakan kaca atau cermin untuk melihat uap air tersebut. 

Uap air yang Anda keluarkan melalui nafas dapat Anda jadikan indikator terjadinya metabolisme aerob (baik lemak maupun karbohidrat) dalam tubuh Anda, sedangkan rasa nyeri yang hilang setelah 2 menit pasca latihan, dapat menjadi indikator adanya metabolisme karbohidrat secara anaerob dalam tubuh Anda.

Saya percaya jika Anda dapat membedakan jenis metabolisme dan mampu memahami tanda-tandanya, Anda dapat melakukan perencanaan latihan bahkan membuat program latihan dan manajemen nutrisi sendiri. Saya tidak menyarankan Anda menggunakan keringat sebagai acuan dalam latihan. Semoga bermanfaat dan selamat berlatih.