Mohon tunggu...
Kristianto Naku
Kristianto Naku Mohon Tunggu... Penulis - Analis

Mencurigai kemapanan

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Kado Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Disobek Paksa

21 Oktober 2020   06:53 Diperbarui: 21 Oktober 2020   07:12 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kado itu sebetulnya akan diberikan (diumumkan) saat selebrasi satu tahun kepemimpinan Jokowi-Maruf pada Selasa (20/10/2020). Upacara bungkus kado di Senayan memang dengan skenario surprise - biar nanti tetap jadi surprise cita-cita Kabinet Indonesia Maju saat menginjak usia 356 hari. 

Akan tetapi, kado ini disobek paksa, dibuka ke umum sebelum waktunya. Isi kado diviralkan dalam keadaan yang tak utuh. Kado pun membawa resah, ricuh, dan aksi tindakan anarkis. Di tangan warganet dan para pendemo, kado diobrak-abrik, hingga isinya tak lagi sesuai maksud Jokowi dan Maruf.

Tepat Selasa (20/10/2020) kemarin, masa kepemimpinan Joko Widodo -- Maruf Amin genap berusia satu tahun. Sejak dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2019 lalu, Jokowi dan Maruf menggotong harapan besar. Poin penting yang diutarakan Jokowi-Maruf tak lain soal pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Episentrum target ini menjadi penting mengingat Indonesia mulai menuju negara maju. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini mampu menembus level 6-7% pada periode kedua kepemimpinannya. Ini bukan cuma ambisi, tapi kiat optimistis.

Untuk menggapai target yang dicanang, Jokowi-Maruf membentuk sebuah kabinet kerja. Ia memberi nama kabinet di periode berikutnya sesuai dengan pilar pertama yang menjadi target kepemimpinannya. Ketika arah yang hendak dicapai adalah soal pemberdayaan SDM yang unggul dan dinamis, maka Jokowi-Maruf membaptis kabinetnya dengan nama Kabinet Indonesia Maju. Pada periode sebelumnya (2014-2019), Jokowi mempunyai target pada pemberdayaan ekonomi (pembenahan insfrastruktur, pemerataan pembangunan, pembenahan sarana dan prasarana pembangunan). Dari visi ini, kabinetnya pun dibaptis dengan nama Kabinet Kerja.

Prospek Kabinet Indonesia Maju lahir dari prioritas Jokowi-Maruf dalam pidato pembuka sekaligus pelantikan menjadi kepala rumah tangga Republik Indonesia. Arah berpikir Jokowi-Maruf tak hanya sampai pada lima tahun masa kepemimpinan. Targetnya hingga ke 2045 -- sesuatu yang patut diberi apresiasi. 

Potret pemimpin sebelumnya, hemat saya, tak sejauh apa yang dicita-citakan Jakowi-Maruf. Mimpi itu dijabarkan demikian: "Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah dan Indonesia telah menjadi negara maju." Sejauh ini, data kalkulasi produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai angka 7 triliun dollar AS dan Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

Hemat saya, target ini sungguh visioner. Seorang Jokowi dengan kaca mata masa depan bekerja keras menggotong semua upaya agar semua target yang disudah direncanakan bisa tercapai. Upaya ini pun, patut diberi dukungan dari semua warga negara. Kita harus bergandengan tangan agar visi pemberdayaan SDM laiknya orientasi kepemimpinan Jokowi-Maruf secepat mungkin didaratkan. Untuk itulah, Jokowi-Maruf berinisiatif membuka sebuah kebijakan baru melalui upaya perampingan regulasi.

Apakah target Jokowi hanya sebatas konsep? Tentunya tidak. Jokowi-Maruf bekerja dengan bukti. Keduanya tak mau cita-cita menuju masyarakat maju-produktif dikekang ruang berpikir sempit. Jaokowi-Maruf berani membongkar stigma, label, nuansa konservatif, dan berusaha keluar dari jeruji penyangga diri. 

Bagi Jokowi, sejak ia menahkodai Indonesia pada 2014-2019, problem terbesar kemandekan kita menuju pertumbuhan dan perkembangan ada pada sembelit kebijakan-regulasi. Gurita regulasi yang cenderung menutup diri, membuat Indonesia sulit dijajaki investor dan kadang tak dilirik branda investasi. Jokowi mengamini kendala ini dalam ruang gerak kepemimpinannya selama 5 tahun belakangan. Maka, prospeknya, semua regulasi ini bisa dirampingkan pada periode kedua kepemimpinannya.

Hari Selasa (20/10/2020), masa kepemimpinan Jokowi-Maruf (Kabinet Indonesia Maju) menginjak usia setahun. Dalam buku agenda Jokowi-Maruf, di usianya yang ke-365 hari, keduanya akan membuktikan niat cita-cita menuju masyararakat produktif-maju dengan sebuah proyek besar. Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Inilah hasil yang sebetulnya mau diberikan kepada masyarakat Indonesia di hari jadinya yang pertama. Cita-cita Jokowi-Maruf yang berorientasi pada upaya membangun SDM yang pekerja keras dan dinamis diharapkan mulus dengan adanya Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Kado ini dipersiapkan. Memang benar-benar dipersiapkan. Dari awal pembahasan, pencermatan, koreksi, kritik, hingga pengesahan dilakukan dengan sungguh hati-hati. Ketika disahkan, Omnibus Law sengaja tak diinformasikan (konferensi pers) karena memang Jokowi-Maruf berencana akan mengumumkan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebagai kado di usia kepemimpinannya selama setahun. Pengumuman resmi seharusnya dilakukan kemarin, Selasa (20/10/2020). Waktu yang dipilih memang tepat dengan momentum ziarah pelayarannya selama 365 hari pelayarannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun