Mohon tunggu...
Kresensia MondayNingsih
Kresensia MondayNingsih Mohon Tunggu... Guru - Guru

Saya seorang guru di salah satu SMK di Manggarai Provinsi NTT. Saya penyuka sastra dan hobi saya adalah traveling menjelajahi dunia meskipun hal itu masih sebatas mimpi saat ini. Saya percaya suatu saat nanti mimpi itu menjadi kenyataan.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pemilihan OSIS secara Demokratis sebagai Pengamalan Nilai-nilai Pancasila (Menciptakan Pribadi yang Demokratis)

24 November 2023   09:43 Diperbarui: 24 November 2023   11:46 273
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 1. Proses pemilihan OSIS SMK Sadar Wisata Ruteng (Manggarai) - Dokpri

P5 atau projek penguatan profil pelajar Pancasila pada dasarnya merupakan sebuah upaya dalam rangka pemulihan ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang terjadi dalam kondisi khusus, satuan pendidikan yang mana kelompok satuan pendidikan perlu mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Dalam hal ini P5 bertujuan mewujudkan profil karakter Pelajar Pancasila yang mengajarkan siswa untuk memiliki sikap berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Berdasarkan Kemendikbudristek No.56/M/2022, Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan. Dengan kata lain P5 berbasis pada proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi serta sebagai upaya untuk mewujudkan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. 

Terdapat 7 Tema projek untuk siswa SMK/MAK yang bisa dipilih untuk mengembangkan karakter profil pelajar Pancasila diantaranya Bangunlah Jiwa dan Raganya, Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI, Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Kebekerjaan, dan Suara Demokrasi. Dari ketujuh tema projek tersebut SMK Sadar Wisata Ruteng memilih 'Suara Demokrasi' sebagai pengembang karakter profil pelajar Pancasila.

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyat bahwa semua warga negara memunyai hak yang setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka baik secara langsung maupun perwakilan. Hak dalam pengambilan keputusan tersebut antara lain menentukan wakil rakyat yang menduduki jabatan tertentu misalnya presiden, gubernur, bupati sampai kepala desa. Demokrasi itu sendiri merupakan bentuk penghayatan terhadap nilali-nilai Pancasila. 

Dalam membentuk pribadi siswa yang demokratis pada tanggal 13 November sampai tanggal 23 November 2023 SMK Sadar Wisata Ruteng menerapkan pemilihan ketua dan wakil OSIS secara demokratis untuk periode 2023-2024. Relevansi tema dengan topik projek yang diambil adalah projek ini bisa menghasilkan generasi yang mampu memahami istilah dan konsep baru dalam bidang demokrasi. Generasi penerus bangsa yang dalam era mereka bersekolah di SMK ini akan masuk kedalam masa penentuan kelanjutan sistem pemerintahan. Terlebih lagi pesta besar demokrasi (Pilpres) Indonesia akan diadakan pada tahun 2024 mendatang.  Ketika mereka sadar bahwa suara mereka memiliki arti menjadi pemilih pemula, mereka akan merasa dengan memberikan suara mereka, mereka telah mengambil bagian dalam proses demokrasi. Kegiatan ini merupakan sebuah langkah sederhana yang membentuk karakter siswa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Tentunya kegiatan ini memberi manfaat yang besar dan signifikan bagi pendidik maupun peserta didik.

Dalam penerapannya ada proses yang harus dilalui diantaranya persiapan, pelaksanaan atau aksi dan refleksi tindak lanjut. Dalam proses persiapan pihak sekolah bekerjasama dengan KPU Manggarai sebagai fasilitator dan nara sumber dalam memberikan pemahaman yang benar tentang demokrasi dan kaitannya dengan kegiatan yang akan dilaksankan sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila. Hal ini menjadi acuan dari aksi yang akan dilakukan. Tanpa pemahaman yang benar tentang arti dan makna demokrasi siswa cenderung melaksanakan kegiatan sebagai formalitas belaka tanpa adanya keseriusan. Jumlah siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah 2034.


Setelah memahami arti dan makna demokrasi kini masuk ke dalam proses pelaksanaan. Dalam pelaksanaannya guru mendampingi siswa untuk menentukan dan menetapkan bakal calon ketua dan wakil OSIS. Ada tiga pasang calon yang telah ditetapkan yakni: pasangan nomor urut 1 Frans K. La'amo & Arjensiano Taha, nomor urut 2 Maria A. Ambur dan Leonard P.V. Gaalji dan nomor urut 3 Yosafat Rogo & Yanuarius Jambur.


Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi dari setiap pasangan calon. Pada tahap ini siswa pemilih mengamati dan mencerna dengan nalar kritis konten dari visi dan misi yang dipaparkan. Puncaknya adalah pemilihan ketua dan wakil OSIS oleh semua siswa secara bebas berdasarkan pertimbangan yang matang.
Setelah pemilihan selesai dilanjutkan dengan penghitungan suara. Suara terbanyak adalah pemenangnya. Berdasarkan hasil penghitungan suara pasangan nomor urut 1 Frans K. La'amo & Arjensiano Taha mendapat suara terbanyak. Dengan demikian pasangan tersebut menjadi pemenangnya.

Setelah ketua dan wakil OSIS terpilih secara demokratis maka tahap terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan adalah pelantikan dan serah terima pengurus OSIS antara yang lama dan baru. Maka secara sah Frans K. La'amo & Arjensiano Taha menduduki posisi Ketua dan Wakil OSIS SMK Sadar Wisata Ruteng periode 2023-2024.


Adapun manfaat dan tujuan dari kegiatan di atas adalah peserta didik menyadari adanya perbedaan visi dan misi dalam memilih pemimpin di lingkungan sekitar. Peserta didik saling menghargai dan menghormati perbedaan pilihan pemimpin di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu mempraktekkan kehidupan demokrasi dalam kehidupan sehari-hari secara demokratis. Selain itu kegiatan tersebut juga merupakan cerminan dan pengamalan Pancasila pada sila ke empat yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Nilai-nilai demokratis yang tersirat di dalam kegiatan tersebut antara lain kebebasan berpendapat, kebebasan berkelompok, kebebasan berpartisipasi, kesetaraan antar siswa, kedaulatan rakyat (siswa sebagai pemilih), rasa percaya dan kerjasama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun