Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Salah Isi Formulir Visa, Pria Skotlandia Dilarang ke AS Selamanya

7 Desember 2018   16:14 Diperbarui: 7 Desember 2018   16:52 215 0 0
Salah Isi Formulir Visa, Pria Skotlandia Dilarang ke AS Selamanya
Ilustrasi visa ditolak.

GREENOCK, KOMPAS.com - Karena salah mengisi formulir pengajuan visa, seorang pria di Skotlandia tak saja gagal liburan ke Amerika Serikat (AS).

Dia malah dilarang menginjakkan kaki ke AS selamanya setelah tak sengaja mengisi pertanyaan yang mendeklarasikannya sebagai teroris.

John Stevenson dan istrinya Marion yang berasl dari Inverclyde awalnya merencanakan liburan musim dingin mereka di New York pada November ini.

Baca juga: Ingin Ambil Visa, Ayah dan Anak Tewas dalam Serangan di Konsulat China

Dilaporkan Oddity Central Kamis (6/12/2018), masalah mulai muncul setelah pria berusia 70 tahun mengisi formulir pengajuan visa secara online.

Kepada The Independent, Stevenson berkata dia sering mengalami masalah seperti waktu habis ketika mengisi visa, dan membuatnya harus mengulangi dari awal.

"Kemungkinan saya menjawab Ya pada pertanyaan 'Apakah Anda Teroris?' tanpa saya sadari," keluh pria berusia 70 tahun tersebut.

Stevenson berujar dia tidak menyadari kesalahan yang dibuatnya hingga petugas dari bagian perbatasan memanggilnya dan memberitahunya bahwa dia teroris.

Kaget, Stevenson mencoba memberi penjelasan bahwa dia sudah berusia 70 tahun dan tak memahami apa yang dimaksud. Namun tetap saja tak berhasil.

"Mereka memberikan detil paspor saya. Mereka kemudian melihat nomor Esta saya sebelum berkata bahwa saya teroris. Itu mimpi terburuk yang pernah saya terima," keluhnya.

Kesedihannya bertambah setelah pihak maskapai United Airlines memberi tahu uang tiket tak bisa dikembalikan, begitu juga akomodasi ke New York.

Total, Stevenson dan Marion kehilangan 2.000 poundsterling, sekitar Rp 36,9 juta, ditambah dengan kenyataan bahwa dia dilarang masuk ke AS seumur hidupnya.

Dia mengaku tak pernah berurusan dengan hukum sebelumnya. Bahkan, dia berkata pernah bertugas sebagai salah satu anggota juri pengadilan.

"Kini, saya diperlakukan seperti kriminal. Saya begitu bodoh. Ini sangat menyeramkan. Seharusnya saya lebih teliti melihat pertanyaannya," kata Stevenson.

Karena peluang liburannya sudah pasti hilang, kini asa tersisa bagi Stevenson adalah pergi ke Kedutaan Besar AS di London.

Di sana, dia bakal mendapat pertanyaan dari pejabat AS sembari berharap larangannya mengunjungi Negeri "Uncle Sam" dicabut.

Baca juga: Sedang Istirahat, 8 Karyawan Foraco di Niger Tewas Diserang Teroris