Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Liberal Javanese People

Bagi saya, hal yang paling mengecewakan sempitnya pengetahuan, "Intuisionisme". Tertarik dengan : Filsafat Romantisisme, Sosial-Budaya, Sastra dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi | Bersama Bintang-bintang

17 Oktober 2019   21:09 Diperbarui: 18 Oktober 2019   20:15 0 18 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Bersama Bintang-bintang
ilustrasi kerlip bintang. (pixabay.com)

Seperti yang akan berat dirasa
Mencintai adalah tertunduk
Dan siapakah yang menundukan itu?
Malam yang terus dipertanyakan, ia tidak bertanya pada siapapun
Kembali "Ia" bertanya pada dirinya sendiri.

Tentang pria yang bebal itu: energinya sangatlah sedikit
Karena selalu ada tanya didalam batinnya
Apakah ada yang ingin menenggelami hidupnya?  
Yang teronta dibalik nestapanya sebagai manusia
Memang pertanyaan ini seperti bias: maukah kamu?

Dikala bertanya menjadi berat
Mungkinkah dapat terjawab?
Narasi dalam rasa sendiri begitu rumit
Terkadang untuk menjadi dirinya sendiri saja sulit.

Sejatinya semua perasa memang bebal
Sengaja aku ciptakan puisi dibalik rancangan-rancangan buku itu
Meskipun khayalan tidak seindah realitasnya
Hasrat yang ingin dibagi, apakah kotor dan tidak layak?

Sumber gambar: dokpri
Sumber gambar: dokpri
Untuk itu, rengkuhlah dalam lumunanmu pria bebal
Angan yang terkadang tidak sampai
Akan sejauh mana dalamnya rasa itu akan kau selami?
Yang hanya butuh kekuatan nyata
Menjadi, atau tidak sama sekali dijadikan

Ketenangan, sungguh hanya ketenangan
Rangkulah batin ini dalam kedamaian Meskipun kesendirian hanyalah godaan dari angan
Terbagialah untuk membagi
Rengkuhlah dirimu bersama bintang-bintang malam yang jalang!

KONTEN MENARIK LAINNYA
x
17 Oktober 2019