Mohon tunggu...
Khairul Anwar
Khairul Anwar Mohon Tunggu... Konsultan - People Development Expert | Clinical Hypnotherapist

Khairul Anwar adalah seorang People Development Expert dan Clinical Hypnotherapist. Mendalami teknologi pikiran melalui licensed Practitioner of NLP dan Scientific EEG Clinical Hypnotherapy. Sebagai Hipnoterapis Klinis telah memfasilitasi banyak klien dengan persoalan emosi, perilaku dan penyakit psikosomatis. Sebagai Trainer dan Pembicara Publik sangat kompetent dalam topik leadership, managing emotions dan self development.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Mengapa Perlu Memaafkan?

27 Juni 2021   15:23 Diperbarui: 27 Juni 2021   15:26 76 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengapa Perlu Memaafkan?
Mengapa Perlu Memaafkan? (sumber foto www.Freepik.com)

Mengapa Perlu Memaafkan?

Dalam hidup ini, boleh jadi kita pernah merasa kecewa, terluka, sakit hati pada orang lain, sehingga merasakan marah atau dendam pada orang lain. Bahkan sepanjang pengalaman praktek penulis sebagai hipnoterapist klinis sejak tahun 2009, seringkali bertemu dengan klien yang tetap menyimpan kemarahan, sakit hati dan dendam hingga bertahun-tahun. 

Bahkan kadangkala orang yang menjadi penyebab kemarahan dan dendam tersebut sudah tidak ada atau meninggal dunia, namun perasaan itu belum mau dilepaskan.

Banyak alasan yang dikemukakan mengapa seseorang sulit untuk memaafkan atau melepaskan perasaan dendam dari dalam dirinya;

* Merasa sangat sakit hati dan belum puas

* Merasa dirinya akan dianggap bersalah atau kalah jika memaafkan

* Menganggap dendam sebagai motivasi untuk hidupnya

* Takut pelaku akan mengulangi lagi, jika dimaafkan.

Saya seringkali bertanya kepada klien yang sulit memaafkan; ketika dirimu menyimpan marah, sakit hati dan dendam, apakah pelaku tahu apa yang kamu rasakan?

"Entah, mungkin nggak tahu" begitu jawaban dari banyak klien.

Terus, siapa yang merasa tidak nyaman atau menderita karena perasaan marah dan dendam itu, dirimu atau dia?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x