Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Omong Kosong HAM Para Omong Kosong

24 September 2021   15:48 Diperbarui: 24 September 2021   15:51 192 37 15
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gambar diolah dari postwrap

Mengapa takada suara mereka mengutuk kebiadaban para pengacau yang jelas-jelas menganiaya saudaranya yang takberdaya?

Manakala para pengacau di Papua menjadi korban, mereka lantang bersuara bicara hak asasi manusia. 

Mereka berteriak menyalahkan pemerintah dan tentara karena telah menembakkan senjata kepada pengacau  yang juga bersenjata. 

Mereka begitu peduli menunjukkan jiwa kemanusiaan untuk membela para pengacau negara dengan segala data dan fakta. 

Namun, mereka diam seribu basa ketika para pengacau bertindak semena-mena. 

Di mana suara mereka ketika yang jadi korban adalah tentara yang jelas-jelas membela negara?

Di mana suara mereka ketika yang jadi korban para pengacau adalah rakyat biasa yang tak tahu apa-apa?

Di mana suara  mereka yang lantang dan garang sebagai pembela hak asasi manusia? 

Apakah mereka sendiri telah kehilangan rasa manusia  dengan membela hak asasi manusia karena ada apa-apa? 

@geregetan, 24 September 2021 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan