Mohon tunggu...
Darkim
Darkim Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengangguran Terselubung

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Yang Hilang dari Pertemuan Ini

18 Oktober 2022   18:15 Diperbarui: 18 Oktober 2022   18:15 86
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi pertemuan/sumber foto: pixabay.com

Telah seribu hari kita mencari, makna tersembunyi dari pertemuan ini, meski jalan mendaki telah lelah di telusuri, hutan beronak duri sedia di lalui, tapi makna yang tersedia belum mampu mencairkan beku hati ini.

Hampa

Kosong

Betapa terus mencari, mendaki dan menuruni perbukitan terjal yang di sangka sekat pemisah arti, bertanya dan bertanya kepada sekumpulan tuan cerdikpandai di istana mimpi, berharap di tengah samudera adalah jawaban tanya yang kita cari. 

Jawaban yang kita dapat adalah nasihat,

"Teruslah mencari"

Mengapa begitu sukar menyatukan hati ketika sekumpulan dendam masih meniti, betapa sulitnya menerima kenyataan bahwa sebahagian derita adalah andil masing masing diri. Mengapa?

Setelah lelah mencari, akamkah kita akan musnah, hangus oleh api yang membakar dada, tiada karena kesepahaman dulu semakin menjauh.

Bukankah pertemuan ini adalah rekonsiliasi, begitu bunyi hitam di atas putih. Dan kita kesulitan mencari padanan kata dari damai, indah,mengakui salah.

Semakin di cari, semakin banyak yang hilang dari pertemuan ini.

#####

Baganbatu, oktober 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun