Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Seruni, Gadis Malam dari Desa Kami

5 Desember 2020   19:14 Diperbarui: 5 Desember 2020   19:21 30 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Seruni, Gadis Malam dari Desa Kami
Pixabay.com

Tak ku temukan dirimu, di antara belukar riuh perkotaan, gedung-gedung tinggi menjulang hanya menyaksikan.

Senyum manismu hilang.

Jejak aroma melati semakin memudar.

Dari cafe hingga hotel berbintang, ku sebut namamu secara berulang.

Pada kunang-kunang yang muram

Pada trotoar sepanjang jalan. Mereka hanya heran, terdiam. Membiarkan aku berlari kencang menembus kerumunan. Terengah-engah meneriakan namamu dengan lantang.

Seruni, aku hanya hendak mengabarkan, pematang sawah tempat kita bercanda telah hilang. Rumah pohon di kaki bukit berganti villa, sungai jernih  penuh  limbah entah dari mana.

Hingga larut malam, di temani tiupan angin yang merayu tulang, ku putuskan kembali ke kampung halaman.

"Mengapa engkau tak menjawab rasa pedihku? Mengapa jejakmu terbang bersama debu yang tersapu."

****

Bagan batu, desember 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
5 Desember 2020