Mohon tunggu...
Zi
Zi Mohon Tunggu... Lainnya - Pecinta mie instan 🔥

Learning is never ending

Selanjutnya

Tutup

Kurma

Puasa ke-1: Harus Mau Sabar, Wajib Bersyukur

13 April 2021   20:25 Diperbarui: 13 April 2021   20:26 577
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Puasa kali ini tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Pandemi masih melanda, entah kapan wabah ini akan berakhir, wallahua'lam, sekarang kita hanya bisa berikhtiar sambil memprediksi. 

Kita pun tampaknya sudah terbiasa "di rumah aja". Kalau dulu seringnya main ke mall dan nongkrong bareng temen di cafe-cafe Hits, sekarang malah lebih sering di rumah. Bahkan meja kerja dan kegiatan belajar juga sudah mulai hijrah ke rumah. 

Memang terasa sekali perubahan gaya hidup di zaman pandemi ini. Semuanya serba dari rumah tapi berkat adanya teknologi sebagian masalah pun teratasi --- sebagian aja, loh, ya --- karena banyak dari kita yang tetap harus keluar rumah untuk mencari nafkah. 

Namun ternyata pendapatan kita pun banyak yang berkurang, kan? baik yang kerja dari rumah maupun yang masih harus keluar beraktivitas di masyarakat. Kita sama-sama merasakan kerugian karena pandemi. Ada yang usahanya jadi berkedip-kedip, hidup enggan mati tak mau. Bahkan ada yang sampai tutup alias gulung tikar. 

Tak heran jika kita pun mulai menurunkan perilaku konsumtif. Dulu doyan jas jus tiga sachet sehari, sekarang dikurangin atau malah berhenti. Biasanya kalau belanja tiba-tiba kita menjelma jadi si bolang, yang murah sampe yang mahal, dicomot aja semuanya. Tapi sekarang? Kayaknya promo dan diskon jadi lebih menarik. 

Bye bye pemborosan, selamat datang sifat hemat!

Jujur, selain lebih sering bareng keluarga, itu sih pelajaran yang saya dapatkan dari pandemi. Pasti nggak cuma saya aja, ya? Mungkin kita semua juga sedang belajar mengelola uang dengan lebih bijak.

Sedih sih ada keinginan yang harus dikurangin, tapi mau gimana lagi? Kebutuhan lebih penting dari sekedar keinginan, ya, kan? Kalo udah begini, cuma sabar yang bisa dilakukan. Sabar atas diri sendiri, sabar menahan keinginan yang masih bisa ditunda. 

Dan ini nggak mudah! Bayangkan gimana rasanya punya keinginan yang udah lama direncanakan, eh, malah harus ditunda lagi dan lagi. Tapi positif thinking aja kali, ya? Siapa tahu suatu hari nanti kesabaran dibayar tuntas di waktu yang tepat. 

Makanya mamak sempat bilang gini :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun