Mohon tunggu...
Junaidi Khab
Junaidi Khab Mohon Tunggu...

Junaidi Khab lulusan Sastra Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Gaya dan Kreasiku yang Aneh tapi Bermanfaat

6 November 2017   12:29 Diperbarui: 6 November 2017   12:34 0 0 0 Mohon Tunggu...
Gaya dan Kreasiku yang Aneh tapi Bermanfaat
dok-kompasiana-59fff33974bbb0710660ba04.jpg

Kata teman-temanku, aku ini pribadi yang aneh. Hal itu banyak yang mengatakannya sejak aku masih SMA, hingga kuliah, dan bahkan sampai sekarang. Label "aneh" seakan terus melekat padaku. Tetapi, aku tidak merasa ada yang aneh dalam pandanganku sendiri. Karena segala yang kulakukan, bagiku rasional jika dikaitkan dengan konteksnya: bahasa dan lingkungan. Biasanya, aku dibilang aneh karena bahasa yang aku gunakan juga karena faktor lingkungan. Aku pikir, itu bukan aneh, tetapi cara kita hidup saja yang berbeda. Sementara aku sendiri, jarang menemukan rasa keanehan yang melekat pada diri teman-teman dan orang lain.

Aku berkomitmen untuk menjadi diri sendiri. Jadi, aku jarang mengikuti tren-tren atau gaya yang baru muncul. Aku sebisa mungkin ingin melahirkan gaya baru itu sendiri. Dengan kata lain, aku ingin menjadi GueBeda, tetapi bermanfaat. Mungkin, bahasa dan tindakanku yang tidak sama dengan orang lain atau teman-temanku itu, yang disebut aneh. Sehingga, aku berpandangan bahwa segala yang berbeda itu aneh. Padahal bagiku tidak, yang berbeda itu bisa menjadi sumber inspirasi dan bahan refleksi dalam hidup.

Sejak aku masih kuliah di Surabaya, aku menyarankan teman kos untuk mengarahkan kipas duduk ke pintu. Pada saat itu, aku disebut gila, aneh, dan semacamnya karena menggagas ide tersebut. Karena memang, tidak pernah kutemukan sebelumnya orang yang menyalakan kipas dihadapkan pada pintu. Kipas dinyalakan untuk mengipas diri yang sedang pengap atau berkeringat. Umumnya seperti itu penggunaan kipas. 

Tapi, aku pikir, jika kamar tidak ada jendela atau celah untuk masuk udara, meskipun kita berkipas, maka rasa pengap dan gerah sulit hilang. Maka dari itu, maksud kipas minta kuarahkan ke pintu agar terjadi ventilasi, sehingga ruangan yang kita huni menjadi lumayan sejuk karena ada pertukaran udara.

Suatu ketika, saat temanku itu sedang kuliah, aku sendiri di kamar. Maka aku mengarahkan kipas pada pintu. Benar memang, terjadi ventilasi. Kita pasti tahu, keadaan Surabaya, panas. Dengan cara begitu, akhirnya kamarku lumayan sejuk. Nah, baru setelah sedikit siang, temanku datang. Dia masuk dan melepaskan pakaiannya. 

Dia tidak berkomentar apa-apa tentang kipas yang kuarahkan ke pintu. Aku iseng menanyakan tentang kesejukan kamar pada saat itu. Secara refleks, dia bilang lumayan sejuk. Tidak seperti biasanya. Lalu, dia melihat pada kipas yang menghadap ke pintu. Dia hanya tersenyum bangga dan memberikan acungan jempol padaku. Tanpa pengakuan darinya, dia sepakat atas ideku untuk menghadapkan kipas ke arah luar kamar atau ruangan agar terjadi ventilasi, sehingga ruangan bisa lumatan sejuk.

Lainnya lagi ketika aku tinggal di Yogyakarta. Kasusnya sama, tentang kipas. Seperti di Surabaya, aku mengarahkan kipas (tempel) yang kuletakkan di dinding ke arah pintu. Arah kipas itu mengena bagian atas pintu, sementara bagian bawah tempat udara dari luar bisa masuk. Selain itu, karena kosku memiliki jendela, maka jendela kubuka biar ventilasinya lebih banyak. Ketika teman kosku tahu atas tindakanku itu, mengarahkan kipas ke pintu, aku disebut aneh lagi. Aku disebut aneh, tak pernah marah, biasa saja. Sudah lumrah kudengar. Tapi, setelah sekian lama temanku sepakat dan menikmati ruangan kamar kosku yang lumayan sejuk.

Dengan caraku itu, yang aneh dan berbeda dengan umumnya, sehingga kamar kosku selalu terlihat bersih, tidak bau, seperti kos-kosan pada umumnya yang bau khas anak kos. Selain itu, aku kadang memakai penyegar ruangan. Jika memiliki parfum, aku mengolesi kain atau tisu dengan parfum, lalu meletakkannya di dekat kipas agar ruangan kosku menjadi wangi. 

Baru saat punya minyak KayuPutihAroma, aku memakainya untuk mengharumkan ruangan kos. Selain mengharumkan ruangan kos, nyamuk yang berjumlah satu atau dua dan biasanya mengganggu di dekat telinga, setelah ada bau minyak KayuPutihAroma, nyamuk itu seperti pergi. Aku mencoba yang beraroma lavender. Jadi, sangat cocok, karena nyamuk tidak suka pada aroma lavender. Sehingga, aktivitasku seperti mengetik berbagai tulisan di kos terasa nyaman dan tenang.

 Jadi, teman-teman dan masyarakat luas bisa meniru cara yang aku lakukan untuk membuat ventilasi: kamar, ruangan, atau rumah. Jika ingin menghasilkan ruangan yang wangi dan terhindar dari nyamuk, bisa menggunakan parfum atau minyak KayuPutihAroma lavender sebagai pewanginya. Selain ruangan sejuk dan nyaman karena wangi, jika menggunakan minyak KayuPutihAroma lavender, nyamuk-nyamuk tidak akan betah di ruangan yang kita tempati. Aneh itu berbeda. Beda itu aneh. Namun, mari kita buat yang aneh dan berbeda dengan maksud memberikan manfaat bagi orang lain dan khususnya bagi diri sendiri. Semoga tulisan ini bermanfaat. Amin.

Oleh: Junaidi Khab

Yogyakarta, 6 November 2017

KONTEN MENARIK LAINNYA
x