Mohon tunggu...
Jumari Haryadi Kohar
Jumari Haryadi Kohar Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, trainer, dan motivator

Jumari Haryadi alias J.Haryadi adalah seorang penulis, trainer kepenulisan, dan juga seorang motivator. Pria berdarah Kediri (Jawa Timur) dan Baturaja (Sumatera Selatan) ini memiliki hobi membaca, menulis, fotografi, dan traveling. Suami dari R.Yanty Heryanty ini memilih profesi sebagai penulis karena menulis adalah passion-nya. Bagi J.Haryadi, menulis sudah menyatu dalam jiwanya. Sehari saja tidak menulis akan membuat ia merasa ada sesuatu yang hilang. Oleh sebab itu pria berpostur tinggi 178 Cm ini akan selalu berusaha menulis setiap hari untuk memenuhi nutrisi jiwanya yang haus terhadap ilmu. Dunia menulis sudah dirintis J.Haryadi secara profesional sejak 2007. Ia sudah menulis puluhan judul buku dan ratusan artikel di berbagai media massa nasional. Selain itu, ayah empat anak ini pun sering membantu kliennya menulis buku, baik sebagai editor, co-writer, maupun sebagai ghostwriter. Jika Anda butuh jasa profesionalnya dihidang kepenulisan, bisa menghubunginya melalui HP/WA: 0852-1726-0169 No GoPay: +6285217260169

Selanjutnya

Tutup

Sosok Pilihan

Mengenal R.E.B.O. Tjokroadiredjo, Penerbang Pesawat Jet Pertama Indonesia

21 Agustus 2019   20:30 Diperbarui: 14 Mei 2023   18:35 900
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rebo berpakaian lengkap perwira TNI AL (Sumber: Koleksi Pribadi Ny. Louisa Rebo)

Pada 13 September 1983, dalam usia 55 tahun, Rebo diangkat menjadi Staf Ahli Menteri Perhubungan dengan S.K. Menteri Perhubungan No. SK./46/KP.403/Phb-83. Enam bulan kemudian, pada 1 April 1984,  pangkat beliau pun naik menjadi Pembina Tingkat 1 Golongan IV/b sesuai dengan Kep.Pres. No.6/K Tahun 1984 tanggal 30 Mei 1984.

Dua tahun kemudian, pangkat Rebo naik kembali menjadi Pembina Muda Golongan IV/c per tanggal 1 Oktober 1986, sesuai Kep.Pres No. 6/K Tahun 1987 tanggal 11 Juli 1987. Berselang dua bulan berikutnya, pada 10 Desember 1986, beliau kembali naik jabatan menjadi Staf Ahli Menteri Eselon 1 b sesuai Kep.Pres. No.244/M Tahun 1986 tanggal 6 Desember 1986.

Lebih kurang satu setengah tahun kemudian, tepatnya pada 5 Mei 1987, Rebo diangkat menjadi Komisaris Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dengan S.K. Menteri Keuangan RI No.262/KMK.001/1987. Pada tanggal 1 Januari 1990 beliau resmi pensiun dari PNS dalam usia 59 tahun, sesuai dengan Kep.Pres. No. 40/PENS Tahun 1989 tanggal 14 Oktober 1989 yang menyatakan beliau diberhentikan dengan hormat dan mendapat hak pensiun tertanggal 31 Desember 1989.  

Sementara itu, usai pensiun Rebo masih menjabat sebagai Komisaris Utama di PT. Pelni. Kemudian sesuai dengan S.K. Menteri Keuangan No. 1067/KMK.016/1992 tanggal 14 Oktober 1992, beliau diberhentikan dengan hormat sebagai Komisaris Utama PT. Pelni. Sejak saat itu beliau total tidak ada aktivitas di pemerintahan dan menjadi warga negara biasa. Beliau meninggal dunia di Jakarta pada 2001.

Nama Rebo diabadikan sebagai Nama Lapangan Terbang TNI AL 

Setiap perjuangan dan pengorbanan pasti akan membuahkan hasil. Demikian pula apa yang sudah dilakukan oleh Rebo. Atas jasa-jasa beliau selama bertugas sebagai prajurit TNI AL, maka Markas Besar TNI AL melalui Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Dr. Marsetio memberikan penghargaan. 

Nama beliau sebagai pendiri dan pencetus gagasan mendirikan Pangkalan Udara Angkatan Laut Waru (PUALWA) atau yang popular dikenal dengan Lanudal Juanda dikukuhkan sebagai nama lapangan terbang Grati di Pasurun, Jawa Timur, sehingga kini namanya menjadi  Lapangan R.E.B.O. Tjokroadiredjo Grati.

Lapangan Terbang TNI AL R.E.B.O. Tjokroadiredjo (Sumber: Raden Roro (RR) Gerutami Laraspatmi)
Lapangan Terbang TNI AL R.E.B.O. Tjokroadiredjo (Sumber: Raden Roro (RR) Gerutami Laraspatmi)

Setelah 13 tahun kepergian Rebo menghadap Sang Illahi (beliau wafat pada 2001), maka pada Rabu, 10 September 2014, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Dr. Marsetio meresmikan pengoperasian Lapangan Terbang R.E.B.O. Tjokroadiredjo Grati. 

Ini merupakan lapangan terbang ketiga yang dimiliki oleh TNI AL. Peresmian tersebut disaksikan langsung oleh Ny. Louisa Rebo Tjokroadiredjo, istri almarhum R.E.B.O Tjokroadiredjo.

KSAL Laksamana TNI Dr. Marsetio turun dari Heli Bell 412, ketika meresmikan lapangan terbang TNI-AL REBO Tjokroadiredjo (Sumber: Photo.sindonews.com)
KSAL Laksamana TNI Dr. Marsetio turun dari Heli Bell 412, ketika meresmikan lapangan terbang TNI-AL REBO Tjokroadiredjo (Sumber: Photo.sindonews.com)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun