Mohon tunggu...
Juanetta Khalifa Amarahman
Juanetta Khalifa Amarahman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UNS

Kimia UNS 21'

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Membandingkan Kandungan Senyawa Garam Dapur dan Garam Himalaya

24 Oktober 2021   20:31 Diperbarui: 24 Oktober 2021   20:58 151 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi garam dapur dan garam himalaya (aksaralangit.com)

Di kala pandemi seperti saat ini, memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh menjadi hal yang penting untuk menjaga imun tubuh tetap baik. Tindakan nyata dari kesadaran ini yaitu dengan mengonsumsi makanan bernutrisi secukupnya. Menyangkut makanan, terdapat salah satu komposisi bumbu dapur yang dikonsumsi oleh manusia sehari-hari yaitu, garam. Garam adalah salah satu bumbu yang paling penting di dapur. Selain untuk memberi rasa, garam juga memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Jenis garam yang lebih umum untuk dijumpai dan digunakan sebagai bumbu makanan merupakan garam dapur. Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa jenis garam lainnya, salah satunya yaitu garam himalaya. Garam himalaya merupakan jenis garam yang lebih sehat untuk dikonsumsi. Senyawa-senyawa kimia yang terdapat dalam garam dapur dan himalaya memiliki sedikit perbedaan. Perbedaan senyawa tersebut yang menyebabkan garam himalaya menjadi alternatif penggunaan garam yang lebih baik. Berikut merupakan senyawa-senyawa yang terkandung dalam garam dapur dan garam himalaya.

Ilustrasi garam dapur (LookerStudio-Shutterstock)
Ilustrasi garam dapur (LookerStudio-Shutterstock)

Garam dapur NaCl atau natrium klorida adalah garam yang diproduksi dari ekstrasi endapan alami yang dipanaskan menggunakan suhu mencapai 648 derajat Celcius. Proses pengolahan garam dapur ini dapat mengurangi kandungan mineralnya. Hal ini karena proses pengeringan yang kurang sempurna dapat berdampak pada penurunan kadar iodium selama penyimpanan. Satu gram garam dapur biasa mengandung kadar sekitar 380 miligram natrium dan 0,01 miligram zat besi.

Ilustrasi garam himalaya (Shutterstock)
Ilustrasi garam himalaya (Shutterstock)

Garam himalaya umumnya berwarna merah muda karena tingkat kandungan zat besi yang ada di dalamnya. Proses pengolahannya yang diproses secara alami membuat garam himalaya menjadi salah satu garam paling murni di dunia karena minim penambahan zat kimia. Garam himalaya memiliki kadar natrium yang lebih sedikit daripada garam dapur. Satu gram garam himalaya mengandung kadar natrium sejumlah 368 miligram dan zat besi sejumlah 0,03 miligram. Jenis garam himalaya seringkali digunakan sebagai garam untuk makanan diet.

Seperti namanya, garam dapur memiliki kadar natrium yang lebih tinggi sebanyak 12 miligram per gram. Natrium merupakan senyawa yang menjalankan fungsi penting untuk tubuh. Natrium diperlukan untuk menyeimbangkan pH tubuh. Namun, di samping itu, natrium dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan hypernatremia ketika dikonsumsi berlebihan. Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas maksimal konsumsi garam yaitu, 2000 miligram natrium atau setara dengan satu sendok teh per hari. Kenyataannya, garam seringkali dikonsumsi lebih dari batas maksmial. Selain meningkatkan tekanan darah, natrium dapat meningkatkan pula tekanan pada jantung dan ginjal. Hal ini karena sifat senyawa natrium klorida yang tinggi dapat menahan air di darah dan menaikkan volume darah.

Sedangkan garam himalaya mengandung zat besi yang lebih tinggi sebanyak 0,02 miligram per gram garam. Memang garam himalaya pada dasarnya juga mengandung natrium klorida, namun garam himalaya mengandung lebih sedikit natrium. Garam himalaya juga mengandung hampir 80 mineral yang berbeda seperti magnesium, kalsium, kalium, fosfor, dan yodium. Selain itu, antimikroba yang terkandung dalam garam ini dapat membantu tubuh melawan infeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh. Karena kandungan natriumnya yang lebih sedikit, sebaiknya penderita tekanan darah tinggi mengalihkan penggunaan garam biasa menjadi garam himalaya.

Senyawa lainnya yang terdapat pada satu gram garam dapur yaitu 0,4 miligram kalsium, 0,9 miligram potassium, dan 0,013 miligram magnesium. Kemudian garam himalaya mengandung 1,6 miligram kalsium, 2,8 miligram potassium, dan 1,06 miligram magnesium. Garam himalaya ternyata mengandung lebih banyak senyawa kalsium, potassium, dan magnesium. Seperti yang umum diketahui, senyawa kalsium bermanfaat untuk kesehatan tulang. Tulang memerlukan kalsium agar tidak kehilangan kepadatannya yang menyebabkan osteoporosis. Senyawa potassium atau yang dikenal dengan kalium membantu tubuh memelihara fungsi saraf dan menjaga kalsium agar tidak terbuang melalui urine. Dan senyawa magnesium diperlukan tubuh untuk memproduksi energi, fosforilasi oksidatif, dan glikolisis. Magnesium juga penting untuk pemeliharaan tulang dan menunjang kinerja saraf dan otot.

Mengetahui dampak negatif dari konsumsi senyawa natrium yang berlebihan, ada baiknya meminimalisir konsumsi natrium. Namun, tentu garam tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dalam kehidupan manusia karena perannya yang penting. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah konsumsi natrium yang tinggi yaitu dengan menggunakan garam himalaya. Garam himalaya mengandung berbagai mineral lainnya dalam jumlah yang lebih tinggi dapat melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh. Selain itu, garam himalaya tetap mengandung natrium tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Sehingga, garam himalaya dapat tetap memenuhi kebutuhan senyawa natrium dalam tubuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan