Mohon tunggu...
Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Mohon Tunggu... Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Ketika Mantan Sudah Menjadi Milik Orang

14 Februari 2020   14:59 Diperbarui: 14 Februari 2020   15:03 251 10 6 Mohon Tunggu...
Ketika Mantan Sudah Menjadi Milik Orang
Ilustrasi: fimela.com

Kebanyakan pasangan yang telah menikah, dulunya memiliki pujaan hati. Lalu dengan alasan yang tak jelas, tiba-tiba putus hubungan. Tak terjadi lagi komunikasi. Sakit hati, nangis-nangis bisa saja dilakukan.

Lalu bertemulah dengan orang lain yang bisa menerima dirinya apa adanya. Singkat cerita menikah. Berbahagia dengan pasangannya. 

Di saat keadaan sudah berkeluarga dan bahkan sudah memiliki buah hati, tanpa undangan, tanpa pemberitahuan, tiba-tiba di-add oleh sang mantan. Komunikasi terjadi lagi.

Ada beberapa orang yang berniat untuk menjalin persahabatan dengan mantan, sekalipun dulunya telah disakiti. Saling berkomentar pada dinding akun sosial media pun terjadi. 

Namun terkadang ada komentar yang malah menjurus dan mengingatkan tentang masa lalu. Mulai dari membandingkan fisik yang tak seperti dahulu dari sang mantan. 

Bagi orang yang bertanggung jawab dan menjaga keutuhan keluarga, sudah pasti komentar yang menjurus tidak akan dilayani lagi. Resikonya terlalu besar. Pasangannya akan cemburu dan bisa terjadi konflik dalam rumah tangga. Toh masa lalu sudah menjadi kenangan. Sudah tidak penting untuk diingat. Tak perlu diulang lagi.

Ada juga seorang perempuan yang sudah menikah, lalu berkomunikasi dengan mantan. Dia meminta maaf karena sudah meninggalkan dan menyakiti mantan.

Kesalahan di masa lalu sudah terlanjur terjadi. Meminta maaf atas kesalahan masa lalu mungkin dianggap bisa menghapus rasa bersalah. Padahal hal itu sudah bukan menjadi masalah. Toh sang mantan juga sudah memiliki pasangan hidup.

Demi menjaga keutuhan rumah tangga, si perempuan akhirnya diblokir pertemanannya. Tindakan itu menegaskan bahwa dirinya ---si lelaki--- menghormati pasangan. Dirinya menyadari komitmen pernikahan. Jadi ketika mantan mencoba mengungkit lagi masa lalu, bisa saja katakan, "aku memang mantanmu, tetapi jiwa ragaku telah dimiliki orang lain".

Saya pribadi akan merasa salut pada orang yang lebih memilih untuk menjaga hati dan mata demi keluarga. Meski mungkin ada pendapat, kok kejam sampai memblokir akun mantannya.

Kalau suami saya yang melakukannya, saya pasti merasa tersanjung, bangga dan bahagia karena di hati dan pikirannya tidak macam-macam. Bagaimana dengan anda?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x