Mohon tunggu...
Jeff NdunJr
Jeff NdunJr Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Sampah Inzphyrasi

Menulis itu ilahi. Melaluinya setiap orang menjadi abadi dalam waktu dan ingatan.

Selanjutnya

Tutup

Diary

Cerita di Penghujung Kemarin

23 September 2021   22:10 Diperbarui: 23 September 2021   22:17 32 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cerita di Penghujung Kemarin
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Semua urusan telah selesai. Kami yang jalan-jalan ke Atapupu tanpa rencana, Bapak Paulus dan Om Bas yang mengurus beberapa hal penting di Kantor Pos. Saatnya untuk pamit dari Kota Beriman, tetapi hari sudah malam dan saatnya untuk memulihkan energi. Keputusan bersama untuk makan malam memang di Atambua pun terjadi.

Tempat kami makan malam adalah Resto Circuit. Tempat yang tidak asing untuk penghuni Kota Beriman. Ramai dikunjungi. Menyediakan berbagai jenis menu makan dan minuman yang lezat. Anda tidak akan merasa rugi berkunjung ke sini. Pelayanan yang prima dan bagus. Belum lagi ada WIFI gratis menjadi poin tersendiri untuk para kaum muda. Pemiliknya adalah Ibu Imelda Lasakar yang saya kenal baik sebagai umat, kakak dan juga orang tua.
 
Untuk beberapa di antara kami, tempat ini betul-betul baru. Maka ada rasa canggung, tidak bebas, heran dan lain sebagainya. Maklum kami adalah pribadi berbeda, dari tempat berbeda dan mengalami banyak hal secara berbeda pula. Itulah indahnya hidup bersama.

Para karyawati menyiapkan menu makanan sesuai dengan pesanan. Tepat pada waktunya dan penuh keramah-tamahan. Di bibir mereka terbersit senyuman tanda kalau mereka memang melayani dengan hati dan profesional. Dan kami, menikmati apa yang dihidangkan dengan gaya kami masing-masing.

Walaupun ini pengalaman pertama dan baru untuk beberapa dari kami makan di tempat ini dan seperti ini, ada satu hal yang tidak berubah dari kami yaitu tentang canda, cerita dan tertawa lepas di dalam resto. Kami seperti berada di rumah sendiri karena cerita-cerita dalam makan malam ini. Rm. Yustus dengan jiwa humorisnya, Yan Reku juga dengan kepolosannya, Om Bas dengan ke-kaka-annya, Bapak Paulus dengan kebapa-annya, belum lagi Fr. Ano Viera yang sensitif dan emosional. Terima kasih untuk semuanya.

Semua kenyang; kenyang makanan, kenyang kebahagiaan, kenyang kebersamaan, kenyang makna hidup. Saatnya pulang. Saya berpamitan sama Ibu Imelda sekaligus mengucapkan limpah terima kasih banyak atas jamuan sederhana yang disuguhkan untuk kami sekalian. Terima kasih atas kebaikannya dan apa yang ada tidak akan hanya menjadi kenangan tetapi menjadi inspirasi bagi saya dan juga mungkin yang lain untuk terus berbuat baik dan berbagi berkat dari apa yang dimiliki. Paling tidak membagi senyum kepada orang lain, menyiapkan telinga untuk menjadi pendengar yang baik dan juga menolong orang yang sangat membutuhkan. Sebab hemat saya, tidak ada orang miskin di dunia. Semua kita diberi kekayaan oleh Tuhan.

Terima Kasih Ibu Imelda Lasakar/sek dan Kita Tetap Saling Mendoakan
Atambua, 25 Agustus 2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan