Mohon tunggu...
Jansen Thionardo
Jansen Thionardo Mohon Tunggu... How You Like That

Masih belajar dan coba buat blog mengenai pengetahuan dan pendidikan, maaf jika ada kesalahan.......

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Konflik di Belahan Dunia: Perang Teluk di Mesopotamia Selatan

9 Mei 2020   09:34 Diperbarui: 9 Mei 2020   09:36 238 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Konflik di Belahan Dunia: Perang Teluk di Mesopotamia Selatan
Twitter/mebriefing

KONFLIK DI TIMUR TENGAH

Kawasan Teluk dikenal sebagai kawasan negara yang kaya akan minyak, seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Oman, Yaman, dan Uni Emirat Arab. Media massa, terutama media Barat menyebut konflik di kawasan Teluk sebagai Perang Teluk. Perang Teluk muncul karena adanya perselisihan negara-negara di kawasan Teluk.

1. PERANG TELUK I (PERANG IRAK-IRAN)

Perang Iran -- Irak bermula pada September 1980 hingga Agustus 1988, yang dikenal sebagai Perang Teluk Persia. Perang ini dipicu oleh masalah perbatasan dan Revolusi Iran. Meningkatnya ketegangan kedua negara dimulai ketika Irak pada tahun 1975 melanggar perjanjian perbatasan dengan Iran, terkait kedaulatan sungai Shatt al-Arab yang mengalir di perbatasan kedua negara. Pada 22 September 1980, pasukan Irak menerobos perbatasan Iran tanpa mengeluarkan pernyataan perang, tetapi tentaranya gagal dalam misi di Iran dan akhirnya serangan mereka dapat dipukul mundur Iran.

Konflik kedua negara semakin memburuk dengan keterlibatan Amerika Serikat yang membantu Irak. Dan perang meluas hingga penghancuran kapal -- kapal pengangkut minyak. PBB pun turun tangan dan meminta adanya gencatan senjata kepada kedua negara tersebut. Namun, konflik tetap berlanjut sampai 20 Agustus 1988 dan pertukaran tawanan terakhir antara kedua negara terjadi pada tahun 2003.

2. PERANG TELUK II (PERANG IRAK-KUWAIT)

Perang Teluk II dipicu oleh tuduhan Irak terhadap Kuwait dan Uni Emirat Arab.

  1. Menteri Luar Negeri Irak Tariq Azis menuduh ada konspirasi antara Kuwait dan Uni Emirat Arab dengan pihak Amerika Serikat untuk menurunkan harga minyak.
  2. Irak menuduh Kuwait dan Uni Emirat Arab melanggar kesepakatan kuota produksi minyak yang telah ditetapkan oleh OPEC.
  3. Irak menuduh Kuwait mencuri minyak dari ladang Rumaila milik Irak dengan bantuan teknologi negara-negara Barat.

Pada 2 Agustus 1990, pasukan Irak melakukan invasi ke Kuwait. Serbuan Irak memicu reaksi dari PBB dan Amerika Serikat. DK PBB dan Amerika Serikat meminta pasukan Irak mundur dari Kuwait tetapi tak diindahkan. Pada 17 Januari 1991, pasukan koalisi melakukan agresi ke Irak. Operasi militer pasukan koalisi diberi nama Operation Desert Storm (Operasi Badai Gurun). Perang antara Irak dan pasukan koalisi berlangsung kurang lebih sebulan. Pada 28 Februari 1991, Irak menerima semua Resolusi DK PBB dan Perang Teluk pun berakhir.

3. PERANG TELUK III (PERANG IRAK-USA)

Pada tahun 2002 terjadi konflik antara Irak dan pihak Amerika Serikat. Amerika Serikat menuduh Irak telah mengembangkan persenjataan nuklir dan pemusnah massal lainnya. PBB mengeluarkan resolusi DK PBB No. 1441 pada 8 November 2002. Isinya adanya menuntut Irak untuk mengijinkan dan memberikan akses sepenuhnya kepada Unmovic dan IAEA untuk meneliti segala hal berkaitan dengan persenjataan Irak dan ternyata tidak terbukti.

Tetapi, atas  perintah Presiden George W. Bush, Amerika Serikat melancarkan agresi militer ke Irak pada tanggal 21 Maret 2003. Tujuan penyerbuan itu adalah sebagai berikut,

  1. Membentuk pemerintahan boneka di Irak.
  2. Menguasai ladang minyak Irak.
  3. Melindungi Israel dari ancaman negara Arab, terutama Irak.
  4. Menggulingkan Saddam Hussein yang dituduh sebagai ancaman bagi perdamaian dunia dan telah berkolaborasi dengan kaum teroris internasional pimpinan Osama Bin Laden.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN