Mohon tunggu...
Jansen Thionardo
Jansen Thionardo Mohon Tunggu... Mahasiswa - Feel My Rhythm

suka KPOP; terutama BlackPink, Twice, Red Velvet, Aespa, Itzy, Gfriend, IZ*One, Secret Number, IU, Taeyeon, dan Lee Hi. -MASIH AMATIRAN-

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Konflik di Belahan Dunia: Perang Teluk di Timur Tengah

9 Mei 2020   09:34 Diperbarui: 20 Januari 2022   15:55 4326 3 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumen Pribadi (Canva)

Whoever tries to climb over our fence, we will try to climb over his house

- Saddam Hussein

KONFLIK DI TIMUR TENGAH

Kawasan Teluk merupakan kawasan yang amat banyak akan minyak. Negara-negara di kawasan Teluk antara lain Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Oman, Yaman, dan Uni Emirat Arab. Media massa dari Barat menuturkan konflik di kawasan Teluk sebagai Perang Teluk. Hal ini terjadi karena munculnya perselisihan di antara negara-negara kawasan Teluk. Perang Teluk ini juga dibagi dalam beberapa periode (Hermawan, 2018).

1. PERANG TELUK I (PERANG IRAK-IRAN)

September 1980 sampai Agustus 1988, terjadi Perang Teluk Persia yaitu perang antara Iran dengan Irak. Perang ini disebabkan karena adanya masalah perbatasan dan Revolusi Iran. Ketegangan kedua negara ini bermula dari Irak yang melanggar perjanjian perbatasan dengan Iran pada tahun 1975. Ini terkait dengan kedaulatan sungai Shatt al-Arab yang mengalir di kedua negara.

22 September 1980, pasukan Irak mendobrak masuk perbatasan Iran tanpa menyatakan perang, namun tentara Irak gagal dan dengan mudah dipukul mundur oleh Iran. Hal ini karena, keberanian dan perlawanan bangsa Iran jauh lebih tinggi dibandingkan kekuatan pasukan bersenjata Irak. Perang antara Irak dan Iran telah menewaskan ratusan ribu orang dari kedua negara.

Konflik antara Irak dan Iran semakin buruk dengan adanya keterlibatan oleh Amerika Serikat yang membantu Irak. Konflik semakin meluas hingga terjadi penghancuran kapal-kapal pengangkut minyak sebagai sumber pendapatan Iran dan Irak. Akhirnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan dan meminta kedua negara untuk gencatan senjata. Namun sayangnya, konflik terus berlanjut hingga 20 Agustus 1988 dan pertukaran tawanan kedua negara terakhir di tahun 2003 (Hermawan, 2018).

2. PERANG TELUK II (PERANG IRAK-KUWAIT)

Perang Teluk II, perang antara negara Irak dan Kuwait yang diawali oleh tuduhan Irak terhadap Kuwait dan Uni Emirat Arab. Tuduhan tersebut antara lain:

  1. Tariq Azis, Menteri Luar Negeri Irak menuduh Kuwait dan Uni Emirat Arab dengan pihak Amerika Serikat terkait konspirasi untuk menurunkan harga minyak.
  2. Irak juga menuduh Kuwait dan Uni Emirat Arab karena melanggar ketetapan OPEC terkait kesepakatan kuota produksi minyak.
  3. Lagi, Irak pun menuduh Kuwait karena Kuwait mencuri minyak dari ladang Rumaila milik Irak dengan bantuan teknologi dari negara-negara Barat.

2 Agustus 1990, pasukan Irak melakukan penyerbuan ke Kuwait pada pukul 3 (tiga) dini hari. Invasi dari Irak ini menimbulkan reaksi dari PBB dan Amerika Serikat. DK PBB dan Amerika Serikat meminta pasukan Irak mundur dari Kuwait tetapi tak diindahkan. Pada 17 Januari 1991, pasukan koalisi atau diberi nama Operation Desert Storm (Operasi Badai Gurun) melakukan agresi ke Irak pada pukul 12 (dua belas) tengah malam waktu GMT. Perang antara Irak dan pasukan koalisi berlangsung kurang lebih satu bulan. Dan pada 28 Februari 1991, Irak menerima semua Resolusi DK PBB dan Perang Teluk pun berakhir. Presiden George W. Bush pun meminta semua operasi militer Amerika Serikat di Teluk pimpinan Jenderal Norman Schwarzkopf dihentikan (Hermawan, 2018).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan