Mohon tunggu...
Susilo B. Utomo
Susilo B. Utomo Mohon Tunggu... Akuntan - Penulis Lepas

Penulis Lepas

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Paylater, Cermati Ini agar Anda Tidak Terjebak

12 Mei 2022   12:55 Diperbarui: 12 Mei 2022   15:34 446
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Paylater, beli dulu bayar kapan-kapan kalau punya uang. Nampaknya paylater ini adalah tawaran yang sangat menarik dan memberi banyak kemudahan. Terlebih jika kita sedang tidak memiliki uang, baik cash maupun cashless sedangkan tawaran flash sale sedang berseliweran di timeline medsos kita.

Benarkah layanan paylater ini memberi kemudahan kepada kita untuk bisa belanja apapun sekarang dan bayarnya nanti-nanti aja kalau sudah punya uang? Ataukah sebenarnya jebakan dibalik kemudahan?

Ataukah justru antonim dari peribahasa menjadi bersenang-senang dahulu karena mudahnya belanja tanpa membayar sekarang tetapi menjadi bersakit-sakit kemudian karena harus membayar hutang plus bunga yang tinggi?

Paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL) saat ini memang sedang menjadi tren di Indonesia. Salah satu pendorong maraknya penggunaan BNPL adalah karena kemudahannya dalam proses mengajukan.

Menurut publikasi CNN, penetrasi paylater di akhir 2021 sudah mencapai 72,8% sedangkan kartu kredit hanya 6%.

Tingginya penetrasi penggunaan paylater memang karena didorong oleh kemudahannya dalam mengajukan pernintaan yang dapat dilakukan secara instan melalui aplikasi. Berbeda dengan kartu kredit yang memerlukan waktu beberapa hari bahkan beberapa minggu untuk proses persetujuannya.

Oleh karena kemudahannya dalam proses pengajuan paylater, maka jika konsumen tidak dapat mengendalikan dirinya akan cenderung membuat orang menjadi konsumtif. Membeli banyak hal yang sebetulnya tidak dibutuhkan hanya semata-mata memenuhi want dan bukan need.

Ini seperti yang disampaikan Agustina Fitra seorang perencana keuangan dari One Shild Consulting, bahwa pengguna paylater umumnya justru untuk membeli barang konsumtif. Dan bukan sekadar untuk biaya talangan.

Bagi anda yang sudah menggunakan paylater atau bahkan masih punya tunggakan, cepatlah dilunasi jika tudak ingin semakin menambah risiko bunga.

Bagi anda yang belum pernah menggunakan layanan paylater, cermati lebih dulu syarat dan ketentuannya. Bahwa yang dimaksud bayar nanti itu adalah akhir bulan depan, bukan kapan-kapan kalau kita punya uang. Karena tenor pinjaman paylater itu umumnya satu bulan, bukan tahunan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun