Mohon tunggu...
Jalma Daya
Jalma Daya Mohon Tunggu...

Blogger di Dayoo.site

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Mengenal Sosok Cipto Junaedy, Pelopor Strategi Membeli Properti Tanpa Utang

24 Maret 2018   21:34 Diperbarui: 24 Maret 2018   21:44 0 1 1 Mohon Tunggu...
Mengenal Sosok Cipto Junaedy, Pelopor Strategi Membeli Properti Tanpa Utang
Cipto Junaedi Memecahkan Rekor MURI

Ini adalah tulisan pertama saya di kompasiana, semoga saja tulisan ini tidak mengganggu siapapun, lebih dari itu semoga tulisan ini ada manfaat nya bagi pembaca yang secara kebetulan menemukan artikel ini.

Saya terbiasa menulis di blog dengan bahasa yang sederhana, sehingga menulis di rubrik besar seperti kompasiana ini rasanya agak sedikit berbeda. Takut di ketawain sama para senior yang memang punya background sebagai jurnalis. Jadi, harap maklum ya jika dari susunan kata-katanya juga kurang apik.

Kali ini saya akan mengulas sedikit tentang Bapak Cipto Junaedy, yang mungkin tidak asing lagi bagi Anda semua. Seperti yang kita ketahui, beliau adalah pelopor sebuah strategi yang cukup spektakuler di negeri ini, yakni tentang strategi membeli banyak properti tanpa uang dan tanpa utang.

Saya anggap wajar jika ada yang pro kontra terhadap strategi tersebut, namanya juga manusia, masing-masing punya penilaian, ada yang langsung men-judge, dan ada juga mereka yang akhirnya penasaran dan timbul rasa ingin tahu seperti apa sich sebenarnya strategi itu?

Tapi, bukan itu yang akan saya bahas dalam tulisan kali ini. Saya adalah tipe orang yang kurang suka berbantahan tentang apapun, apalagi tentang sesuatu saya yang sendiri belum tahu pasti benar tidaknya. Jadi, terlepas dari kontroversi itu, pada tulisan kali ini saya akan sedikit mengulas prestasi dan predikat apa saja yang pernah di raih oleh seorang Cipto Junaedy.

Sebuah penghargaan, tentu saja ada yang memberikan, apalagi jika penghargaan tersebut bersifat formal, tentu saja ada sebuah lembaga yang memberikannya, dan tentu saja pemberian penghargaan itu dikarenakan sebuah alasan yang dianggap tepat oleh lembaga tersebut. Jadi, jika Anda mau menyalahkan, salahkan lembaga yang memberikan penghargaan tersebut, bukan malah menyalahkan seorang Cipto Junaedy yang mendapat penghargaan itu. Apalagi sampai kemudian berusaha untuk menimbulkan asumsi yang negatif di masyarakat luas.

Tentang seminar gratis, dan kemudian jika ingin mengikuti seminar selanjutnya Anda harus membayar, ini hal yang wajar, sangat wajar. Bukankah seminar itu di selenggarakan di sebuah gedung dimana pihak panitia harus merogoh koceknya untuk biaya booking? Belum lagi biaya-biaya yang lainnya. Dan ini juga belum termasuk waktu, tenaga dan pikiran yang harus mereka siapkan untuk acara tersebut, dan kemudian Anda menuntut semuanya gratis? Think Smart kawan.

Jika Anda merasa dibodohi, lah diajak pintar kok malah merasa di bodohi? Satu hal yang perlu kita ingat, Ilmu Itu Mahal. Jadi wajar saja jika kita harus membayar untuk mengikuti kelas-kelas di seminarnya pak Cipto Junaedy. Kata-kata bijak lama mengatakan "Pengalaman adalah guru yang terbaik", memang benar, dan oleh sebab itu jika Anda belajar dengan pengalaman untuk berbisnis properti, saya yakin Anda akan merogoh kocek lebih dalam lagi untuk itu. Jadi intinya, ilmu itu mahal, belajar itu mahal, enatah itu belajar pada seorang guru yang memang pakar di bidangnya maupun belajar pada pengalaman sendiri.

Berbicara tentang belajar pada pengalaman, saya pikir kita juga tidak harus belajar pada pengalaman kita sendiri. Akan tetapi adakalanya kita bisa belajar pada pengalaman orang lain. Dan dalam hal ini pak Cipto Junaedy adalah seorang guru yang berpengalaman langsung di lapangan, bukan sekedar menguasai teori dan kemudian mengajarkan teori tersebut tanpa kedalaman ilmu. Tidak, saya yakin tidak seperti itu.

Dan bukti dari itu semua adalah berbagai predikat dan prestasi yang telah berhasil di raih oleh seorang seorang Cipto Junaedy, baik itu bersifat formal maupun non-formal.

Berikut adalah informasi buat Anda terkait prestasi apa saja yang pernah diraih oleh bapak Cipto Junaedy,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2