Mohon tunggu...
Itha Abimanyu
Itha Abimanyu Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Hanya seorang pengangguran

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Payung Mengubah Duniaku

12 November 2022   22:25 Diperbarui: 12 November 2022   22:54 194
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

PAYUNG MENGUBAH DUNIAKU

Aku seorang gadis yang selalu bekerja, tidak seperti gadis lain seusiaku yang waktunya habis untuk bermain dan belajar.
Sudah banyak pekerjaan yang aku lakukan agar dapat menyambung hidupku dan keluargaku, karena akulah tulang punggung keluarga untuk Ibu dan kedua adikku setelah tiga tahun yang lalu bapak kami meninggal.

Musim penghujan telah tiba. Hujan adalah guyuran air dari langit yang Tuhan kirim sebagai anugerah untukku karena aku dapat penghasilan saat hujan. Ya! Dari pekerjaanku sebagai tukang ojek payung.

Baca juga: Tak Ada Logika

***

Rintik hujan jatuh ke hamparan rumput hijau, makin cepat makin banyak.
"Alhamdulillah," ucapku kegirangan.

Aku berlari dan berteduh di depan sebuah pusat perbelanjaan, berharap ada yang sudi memakai jasa ojek payung.

"Hei!" seru lelaki dari depan pintu pusat perbelanjaan.
"Sini cepat!" serunya kembali sambil melambaikan tangan.
Bergegas aku menghampiri dan bertanya, "Ojek payung Pak?" kataku sambil menyodorkan sebuah payung.
"Bapak, memang aku kawin sama Ibumu?" rutuknya.

Lelaki berkulit hitam manis meraih payungku, membukanya dan lalu pergi ke tempat parkiran dengan tergesa-gesa.
Aku berlari-lari mengikutinya dari belakang.
Tiba di depan sebuah mobil Jeep dia berhenti dan masuk ke dalam mobil itu sebelum mengembalikan payungnya kepadaku.
Aku hanya terdiam, kala dia membuka topinya ternyata bukan Bapak-bapak. Mungkin umurnya di atas sedikit lebih dariku, pantas saja dia ketus waktu kupanggil Bapak.

"Nih," ucapnya singkat seraya memberikan selembar uang.
"Ambil saja kembaliannya," lanjutnya dia berkata.

Belum aku ucapkan terima kasih, mobil Jeep telah berlalu pergi dari hadapanku.
Alhamdulillah, melihat uang di tangan sungguh hatiku gembira, dengan demikian keluargaku di rumah tidak kelaparan, aku bisa membelikan makanan untuk hari ini.

Baca juga: Bunga dan Kupu-kupu

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun