Mohon tunggu...
Istanti Surviani
Istanti Surviani Mohon Tunggu... Lainnya - Ibu rumah tangguh yang suka menulis

Purna bakti guru SD, traveler, pejuang kanker

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Peran Ayah dan Sekolah dalam Pendidikan Anak

10 Oktober 2021   13:40 Diperbarui: 10 Oktober 2021   13:44 183 0 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Kehadiran ayah saat pembagian rapor atau diskusi tentang perkembangan anaknya di sekolah sangat diharapkan. Namun, sebagian besar justru ibulah yang datang dan berdiskusi secara intensif dengan wali kelasnya.  

Bagi sebagian wali kelas memang lebih deg-degan jika orang tua murid, ayah dan ibu, datang berdua saat diskusi.  Takut tidak bisa menjawab saat ditanya banyak hal. Apalagi ayah yang kritis terhadap tumbuh kembang buah hatinya. Namun, sejatinya kehadiran mereka berdua mengisyaratkan sejauh mana keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anaknya. Bukankah memang ayahlah yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT atas anak, istri, dan keluarganya kelak?

Dalam Alquran dikisahkan bagaimana Luqman mendidik anaknya untuk tidak menyekutukan Allah. Nabi Ya'qub AS memberitahu Nabi Yusuf AS agar berhati-hati terhadap tipu daya saudara-saudaranya. Nabi Muhammad SAW diajari berdagang oleh paman dan kakeknya sepeninggal ayahanda tercinta.

Begitu penting peran ayah dalam pendidikan akademik, sosial, emosi, dan adaptasi lingkungan anak-anaknya sehingga tidak bisa sepenuhnya dialihkan ke ibu. Keterbatasan waktu dan padatnya pekerjaan seorang ayah tidak bisa dijadikan alasan. Adanya kemudahan teknologi yang digunakan secara tepat saat ini bisa menjadi alternatif berkomunikasi antara ayah dan anak.

Jika ibu adalah madrasah bagi keluarga maka ayah adalah kepala sekolahnya. Ibarat sebuah panggung orkestra. Ayah adalah dirigen dan ibu adalah pemain utamanya. 

Kepala sekolah atau dirigen akan mengendalikan semua proses di sekolah atau panggung orkestra sehingga bisa berjalan lancar sesuai dengan aturan main yang sudah disepakati. Ayah adalah guru pertama dan utama di keluarga sebelum menyerahkan anaknya ke sekolah.

Jika ada anak yang bermasalah di sekolah atau masyarakat maka yang pertama kali ditanyakan adalah bagaimana pola pengasuhan dan komunikasi ayah dan anaknya. 

Seorang anak yang relatif stabil dalam hal emosi, sosial, dan adaptasinya dengan lingkungan biasanya memiliki relasi dan komunikasi yang bagus dengan ayahnya. 

Baginya, ayah adalah sosok yang aman, nyaman, dan bisa diandalkan. Bukan sosok misterius yang berangkat dan pulang kerja saat anak-anaknya dalam kondisi tidur.

Jika ini yang terjadi maka fenomena father hunger tak bisa dihindari.  Anak akan mencari sosok lain di luar rumah untuk memenuhi rasa lapar akan kehadiran fisik dan mental seorang ayah.  

Pencarian yang belum tentu tepat sasaran justru dapat memicu beberapa permasalahan. Kelainan seksual, psikopat, tawuran, korupsi, dan aneka kriminalitas lainnya. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi kenyataan di negara kita maupun di negara lainnya di belahan bumi ini sekarang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan