Mohon tunggu...
Irwan Sabaloku
Irwan Sabaloku Mohon Tunggu... Editor - Penulis

"Menulis hari ini, untuk mereka yang datang esok hari"

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Dinding yang Bercerita: Karya Seni Pemilu Jalanan

5 November 2023   19:47 Diperbarui: 5 November 2023   19:49 77
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

Di sisi jalan-jalan kota, pada dinding yang berdiri tegak,
Seni terpampang, dalam bentuk stiker dan coretan megah.
Kisah-kisah politik merekah di sepanjang sisi dinding,
Menjadi pemandangan yang hidup, karya seni yang menggoda.

Stiker caleg menempel, bertabur dalam kekacauan warna,
Wajah-wajah tersenyum, mencoba memikat hati dan pikiran.
Kata-kata janji terpampang, dihiasi dengan warna-warni,
Mengundang pemikiran, menggelitik hati, menarik perhatian.

Baca juga: Tetap Tenang

Di sudut dinding itu, gambar-gambar penuh semangat,
Para kandidat tersenyum, berjanji menjadi harapan.
Lambang partai terpampang, bertabrakan dalam hiruk-pikuk,
Menjadi lukisan bergerak, di panggung pemilihan ini.

Di balik stiker caleg yang berdesakan, ada cerita,
Setiap potongan kertas menandakan asa dan cita.
Suara-suara rakyat, terlukis dalam coretan tangan,
Menggambarkan keinginan akan perubahan yang nyata.

Dinding yang bercerita, bukan sekadar hiasan jalanan,
Ia adalah kanvas realitas, di mana demokrasi terbentang.
Caleg dan partai bersaing, mencoba meraih hati rakyat,
Dalam karya seni ini, pilihan hidup tergambar jelas.

Baca juga: Jagalah Hatimu

Tapi, dalam keramaian stiker dan coretan tak berujung,
Ada suara-suara yang terpinggirkan, terdiam dalam keheningan.
Bukan hanya seni, namun cerita tentang keadilan,
Harapan-harapan terabaikan, suara-suara yang terlupakan.

Pemilu jalanan, dinding menjadi panggungnya,
Karya seni yang berbicara, tentang suara-suara terpendam.
Di sela coretan dan stiker caleg yang berdesakan,
Terukir harapan akan masa depan, di setiap sudut dinding yang bercerita.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun