Mohon tunggu...
Fiqri Wiranti
Fiqri Wiranti Mohon Tunggu... Mahasiswa - -

-

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Bahaya Laten Radikalisme di Kalangan Mahasiswa

24 November 2022   18:00 Diperbarui: 24 November 2022   20:24 248
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Dalam kehidupan dimasyarakat, radikalisme dipandang sebagai sesuatu yang negatif dan menghawatirkan, padahal kata radikal berasal dari Bahasa Yunani yang berarti radiks yang berarti akar dimaksudkan bahwa sesuatu yang di pelajari dan dipahami hingga ke akar atau kedasarnya. 

Namun peran media sering membuat istilah ini mengalami penyimpangan sehingga diartikan sebagai cara-cara, tindakan, dan gerakan yang bersifat keras, kejam, dan kasar. Sehingga dapat disimpulkan, radikalisme adalah Gerakan sosial yang menolak secara menyeluruh tertib sosial yang sedang berlangsung dan ditandai oleh kejengkelan moral yang kuat untuk menentang dan bermusuhan dengan kaum yang memiliki hak-hak istimewa dan yang berkuasa. (Kartodirdjo, 1985)

Radikalisme sendiri di dalam islam adalah suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang dimana memiliki pemahaman, sifat, dan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Tetapi tidak hanya bertentangan dengan agama islam namun juga bertentangan dengan semua agama.

Walaupun radikalisme ini bertentangan dengan semua ajaran agama tapi ternyata radikalisme ini sudah masuk ke kalangan mahasiswa loh, contohnya ada beberapa kasus dimana kumpulan mahasiswa gerakan-gerakan keagamaan yang radikal yang bercita-cita melakukan perubahan besar dalam politik negara dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Dimana perubahan besar yang ingin diwujudkan adalah merubah bentuk NKRI menjadi negara Islam. 

Faktor penyebab terjadinya radikalisme di kalangan mahasiswa dikarenakan pada usia tersebut adalah saatnya seseorang ingin melakukan perubahan sehingga terbuka terhadap banyak informasi. 

Adapun Faktor yang membangun radikalisme di kalangan mahasiswa, menurut Prawista (2011) adanya 3 kondisi lahirnya Gerakan sosial seperti Gerakan mahasiswa: Pertama, Gerakan sosial dilahirkan oleh kondisi yang memberikan kesempatan bagi Gerakan itu, Pemerintah yang moderat, misalnya memberikan kesempatan yang lebih besar bagi timbulnya gerakan sosial ketimbang pemerintah yang sangat otoriter. 

Kedua, gerakan sosial timbul karena meluasnya ketidakpuasan atas situasi yang ada. Perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern, misalnya dapat mengakibatkan kesenjangan ekonomi yang makin lebar untuk sementara antara yang kaya dan yang yang miskin. Perubahan ini dapat pula menyebabkan krisis identitas dan lunturnya nilai-nilai sosial yang selama ini diagungkan.

Perubahan ini akan menimbulkan gejolak yang dirugikan dan kemudian meluasnya gerakan sosial. Ketiga, gerakan sosial semata-mata masalah kemampuan kepemimpinan dari tokoh penggerak. Tokoh penggerak yang mampu memberikan inspirasi, membuat jaringan, membangun organisasi yang menyebabkan sekelompok orang termotivasi terlibat dalam gerakan.

Gerakan mahasiswa mengaktualisasikan potensinya melalui sikap-sikap dan pernyataan yang bersifat imbauan moral, mereka mendorong perubahan dengan mengetengahkan isu-isu moral sesuai sifatnya yang bersifat ideal. Ciri khas gerakan mahasiswa ini adalah mengaktualisasikan nilai-nilai ideal mereka karena ketidakpuasan terhadap lingkungan sekitarnya.

Mahasiswa yang terpapar oleh radikalisme ini memiliki ciri-ciri: anti sosial atau memilih-milih teman, terjadi perubahan emosional, egois atau melakukan segala cara untuk menggapai keinginannya, suka berbohong atau menyebarkan hoax.

Bahayanya radikalisme ini cukup menghawatirkan dikarenakan mahasiswa adalah sosok yang di anggap terpelajar atau orang yang berpendidikan bahkan sangat dipercaya oleh masyarakat karena merupakan tokoh panutan masyarakat sehingga apabila seorang mahasiwa terpapar oleh radikalisme Ini maka akan banyak pengikutnya bahkan berkali-kali lipat dari orang biasa yang menyebarkan radikalisme.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun