Mohon tunggu...
Irmina Gultom
Irmina Gultom Mohon Tunggu... Apoteker - Apoteker

Pharmacy and Health, Books, Travel, Cultures | Author of What You Need to Know for Being Pharmacy Student (Elex Media Komputindo, 2021) | Best in Specific Interest Nominee 2021 | UTA 45 Jakarta | IG: irmina_gultom

Selanjutnya

Tutup

Beauty Artikel Utama

Pentingnya Penampilan di Tempat Kerja

17 Juni 2019   17:58 Diperbarui: 20 April 2021   09:29 6844
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ilustrasi: forbes.com
Ilustrasi: forbes.com
Kita tidak akan pernah tahu akan bertemu dengan siapa di kantor. Meskipun jobdesc kita mayoritas hanya berpusat di balik kubikel (seperti saya), tidak menutup kemungkinan kita akan bertemu dengan orang lain dari luar perusahaan. Oleh sebab itu saya rasa penting untuk selalu berpenampilan rapi.

Pada dasarnya mata kita lebih suka melihat yang indah-indah. Jadi sebelum bisa melihat lebih jauh sifat, kepribadian, dedikasi dan profesionalitas seseorang, pastinya penampilan adalah satu hal yang pertama kali mampu memberikan kesan pertama.

Bagaimana cara berpakaiannya, rapi atau tidak? Rambutnya, terpotong atau tertata dengan baik atau tidak? Wajahnya, apakah terlihat cerah dan bersih atau kotor? Kukunya, apakah bersih dan terpotong rapi atau tidak?

Hal-hal dasar terkait penampilan seperti itu sangat mempengaruhi kesan pertama seseorang yang melihat kita dan bisa jadi menentukan apakah mereka akan bersikap terbuka kepada kita atau tidak, walaupun hanya sekadar untuk mengobrol biasa. Jika kesan pertama kita saja sudah tidak 'kena' pada klien atau rekan kerja, bagaimana bisa suatu perjanjian atau kesepakatan bisnis tercapai dengan maksimal?

2. Mendorong kepercayaan diri

Ini seringkali saya alami sendiri. Saat saya merasa ada yang fail dengan yang saya pakai, saya suka merasa insecure. Misal rambut tidak rapi, sepatu kotor, ada bagian jahitan baju yang terbuka, dan lain sebagainya. Berbeda jika semuanya sudah rapi dan melekat di tubuh saya sesuai pada tempatnya, saya merasa lebih percaya diri. Baik saat bekerja sendiri maupun saat bertemu dengan orang lain.

Saya yakin sebagian orang ada yang mengalami perubahan mood atau bahkan mempengaruhi performa kerjanya (meskipun pekerjaan ringan), karena tidak percaya diri saat akibat mengalami momen fail itu atau saltum atau apapun yang membuat seseorang merasa penampilannya tidak rapi. Kamu pernah?

Baca Juga: Memahami Macam-macam Baju Kerja Pria

3. Orang lain akan lebih menghargai Anda

Coba jawab dengan jujur, bagaimana kesan yang pertama kali muncul di pikiran pembaca sekalian ketika melihat karyawan baru atau rekan kerja atau kolega bisnis yang mengenakan kaus oblong, celana jeans dan sepatu olahraga ketika kalian akan melakukan sebuah pertemuan bisnis?

Kecuali mereka adalah CEO dari perusahaan digital raksasa macam Mark Zuckerberg, pasti ada yang berkata dalam hati "Gak salah nih orang? Mau ke mall apa gimana?".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Beauty Selengkapnya
Lihat Beauty Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun