Mohon tunggu...
Irfan Fandi
Irfan Fandi Mohon Tunggu... Buruh - Menulis dan Membaca adalah suatu aksi yang bisa membuat kita terlihat beda dari orang yang disekitar kita

Email : irvandi00@gmail.com || Suka Baca dan Nonton Film || Pekanbaru, Riau ||

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

[Resensi Novel] Novel Dwilogi Akmal Nasery Basral,

2 April 2022   17:00 Diperbarui: 8 April 2022   04:47 2230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto : Dokumentasi Pribadi

Dalam setiap novel selalu memiliki beberapa konflik dan plot twist yang akan membangun suasana hati para pembacanya. Salah satu kepiawaian Uda Akmal adalah bisa membuat para penggemar dan pecinta karya dari hasil novelnya tidak nyaman dengan kondisi tokoh utama dalam cerita. Terlihat dari beberapa pertikaian dari seorang Hamka Remaja dengan para guru-gurunya, hingga ayahandanya sendiri pun ia juga bisa memiliki pertikaian antara anak dan orang tua.

Semua konflik diatas di kemas dengan cara yang menarik dan sangat elegan sesuai dengan ciri khas karakter dari Uda Akmal. Konflik yang sudah saya sebutkan diatas hanya satu atau dua saja yang bisa saya paparkan karena nanti pembaca lain akan terjebak dengan ulasan saya yang mengarah kepada spoiler dan tidak seru lagi untuk membaca buku ini. Ayo segera datang dan membeli novel ini dengan datang ke toko-toko buku besar yang ada di seluruh Indonesia atau via platform digital yang ada juga sudah tersedia juga.

konflik yang memiliki plot twist yang mengundang rasa penasaran ditutup oleh kata "Bersambung" yang membuat rasa penasaran akan kelanjutan kisah dari perjalanan Buya Hamka selanjutnya. Saya sangat suka dengan novel ini yang menuliskan sebuah cerita biografi tentang seorang tokoh tanpa melakukan tindakan yang dilebih-lebihkan sehingga cerita yang disampaikan sesuai dengan kisah nyata yang memiliki catatan tersendiri dalam sejarah perjalanan dari tokoh besar yang pernah dimiliki oleh Indonesia.

Sumber foto : Dokumentasi Pribadi
Sumber foto : Dokumentasi Pribadi

Membaca karya Akmal Nasery Basral a.k.a Uda Akmal tidak pernah mengecewakan dan selalu membuat saya kagum dan takjub dengan cara penyampaiannya dalam sebuah tulisan yang baik sekali. Terkahir saya membaca karya beliau dari buku kumpulan cerpen yang berjudul "Putik Safron di Sayap Izrail dan Kisah-kisah lain, menambah rasa kekaguman saya akan karya yang akan dikeluarkan nantinya.

Saya akan menunggu karya beliau yang selanjutnya dari Buku lanjutan Novel Kincir Waktu hingga Novel Dwilogi Buya Hamka Setangkai Pena di Tama Pujangga ini. Saya sudah tidak sabar dengan kelanjutan kisah Hamka pada usia 31 hingga tokoh ini tutup usia pada umur 73 tahun. Perjalanan yang panjang dalam menelusuri sebuah sejarah biografi dari salah satu tokoh ternama dan disegani oleh seluruh kalangan yang ada di Indonesia.

Saya salah satu penggemar karya Buku dari Buya Hamka, sebut saja dari Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Dibawah Lindungan Ka'bah, Terusir, Tuan Direktur, Tasawuf Modern dan masih banyak lagi selalu takjub dengan nilai sastra yang ditampilkannya dalam sebuah karya. Semua pemikiran dan keahliannya dituangkannya secara sungguh-sungguh melalui dunia tulisan. Sungguh seorang tokoh ulama, sastrawan yang pantas untuk di buatkan cerita dalam mengenang sosoknya lebih dekat lagi.

Hal diatas pula yang menjadi latar belakang dari Uda Akmal yang ingin mengabadikan nama tokoh Buya Hamka dalam versi novel biografis yang super lengkap dengan cara terbaik yang dilakukan oleh Uda Akmal dalam merepresentasikan sosok Buya Hamka adalah idola untuk anak-anak muda saat ini yang kurang mengenal banyak, tentang nama-nama tokoh yang tercatat dalam sejarah yang luar biasa karena kurang minat membaca.

Saya berharap dengan ulasan review yang sederhana ini bisa menimbulkan dampak positif kepada seluruh pembaca Kompasiana dan pembaca lain yang ada di luar sana. Sebagai penggiat literasi saya sangat merekomendasikan buku dari karya Akmal Nasery Basral sebagai bacaan wajib yang mesti anda miliki untuk menambah khazanah wawasan tentang sejarah dan mengenal lebih dekat sosok Buya Hamka dengan diri kita walau beliau sudah tiada.

Uda Akmal melalui karya novelnya ini yang berjudul "Buya Hamka Setangkai Pena di Taman Pujangga" menambahkan referensi atau tambahan buku bacaan yang membahas tentang sosok hebat dari Buya Hamka. Saya sudah tidak sabar dengan buku keduanya yang akan segera terbit pada tahun ini, semoga diberi kelancaran dan semua proses yang berlangsung bisa diberikan kemudahan hingga kelanjutan novel yang bagus ini segera ada di tangan anak-anak muda yang ingin meniru dan mencontoh sosok dari Buya Hamka.

Sebagai penutup saya mengucapkan terima kasih kepada  Buku republika yang telah memberikan buku ini kepada saya sebagai bacaan yang bermanfaat. Buku republika selalu menerbitkan sebuah buku yang memiliki nilai tinggi dan komitmen dengan memberikan bacaan yang luar biasa bagus keapda seluiruh para pembaca yang telah lama berlangganan dengan penerbit buku ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun