Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Blogger - Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

AIDS di Kota Pontianak, Tembak Gay Abaikan IRT

13 Maret 2019   22:30 Diperbarui: 13 Maret 2019   22:34 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kaum Gay Penyumbang HIV AIDS Tertinggi di Pontianak, Lusi: Tidak Perlu Malu Tes Gratis di Puskesmas. Ini judul berita di pontianak.tribunnews.com, 13/3-2019.

Pernyataan ini bias dan sensasional, karena:

Pertama, HIV/AIDS pada kalangan gay ada di terminal terakhir karena mereka tidak punya istri sehingga tidak ada penyebaran ke perempuan dan seterusnya ke bayi,

Kedua, tidak jelas apa yang dimaksud dengan 'penyumbang HIV/AIDS tertinggi'. Ini menggiring masyarakat untuk memusuhi laki-laki gay karena dikesankan gay-lah yang menyebarkan HIV/AIDS di Kota Pontianak,

Ketiga, dalam berita disebut ada 1.000 gay di Kota Pontianak sedangakan di Kalbar 6.000. Apakah angka ini dari sumber primer yaitu laki-laki gay yang menyatakan diri sebagai gay atau dari sumber sekunder (teman, dll.) atai sumber yang lain. Soalnya, apakah seterbuka itu gay di Kota Pontianak dan Kalbar?,

Dalam berita disebutkan: "Gay yang terdata by name by address saat ini di Kota Pontianak ada 1000 orang dan untuk di Kalbar berdasarkan angka dari dinas kesehatan provinsi lebih ari 6000 orang." Data berupa nama dan alamat adalah fakta privat, apakah gay-gay tsb. memang memberikan nama asli dan alamat?

Keempat, penyebutan gay tidak akurat karena dalam berita hanya ada data terkait jumlah kasus HIV/AIDS yang terdeteksi pada tahun 2018 dengan faktor risiko  'Lelaki Seks Dengan Lelaki (LSL)' sebanyak 33. Apakah semua LSL ini gay?

Kalau saja narasumber dan wartawan yang menulis berita ini lebih arif dan membawa kasus HIV/AIDS ke realitas social yang jadi persoalan besar bukan gay karena yang disebut sebagai 'penyumbang HIV/AIDS tertinggi di Pontianak' adalah jumlah angka kasus yang terdeteksi bukan sebagai penyebar HIV/AIDS karena gay tidak mempunyai istri.

Kasus HIV/AIDS pada gay hanya ada di komunitas mereka. Yang jadi persoalan besar adalah laki-laki heteroseksual yang justru jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah.

Ibu Rumah Tangga

Dalam berita ada data kasus pada ibu rumah tangga (IRT) yaitu 19. Narasumber dan wartawan justru mengabaikan data ini. Data ini menunjukkan ada 19 laki-laki heteroseksual yaitu suami IRT yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS. 19 laki-laki ini jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun