Indra Mahardika
Indra Mahardika Rakyat Jelata

Hanya orang biasa yang memiliki 1 hati untuk merasakan ketulusan, 1 otak untuk berpikir secara bijak dan 1 niat ingin bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Kawah Ijen, Antara Keindahan Blue Fire dan Kura-kura

9 Februari 2019   10:52 Diperbarui: 10 Februari 2019   16:01 817 7 1
Kawah Ijen, Antara Keindahan Blue Fire dan Kura-kura
Pesona Kawah Ijen Pagi Hari. Dokumentasi Onessa

Tanggal 4 Februari 2019 menjadi momen petualanganku ke Kawah Ijen yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Agenda ke Kawah Ijen memang sempat beberapa kali tertunda karena alasan waktu, personil hingga cuaca yang tidak mendukung.

Kawah Ijen menawarkan pesona wisata yang unik dan berbeda dari wisata pendakian lainnya. Ini dikarenakan kita akan disuguhi pemandangan kawah dengan latar api biru yang dikenal dengan isitlah Blue Fire, di mana fenomena ini hanya terdapat di Kawah Ijen, Indonesia dan Islandia. 

Sungguh hal membanggakan karena banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang seakan menjadikan Kawah Ijen sebagai tujuan wisata yang harus dikunjungi.

Saya mengagendakan wisata ke Kawah Ijen bersama dengan 3 orang lainnya namun dengan rute pemberangkatan berbeda. Saya berangkat dari Pasuruan ke Banyuwangi dengan menggunakan Kereta Mutiara Timur Siang dengan jadwal berangkat dari Bangil pukul 09.54 WIB dan tiba di Banyuwangi sekitar pukul 15.20 WIB. 

Harga tiket kereta hanya 160 ribu Rupiah sekali berangkat. Ketiga teman saya berangkat dari Denpasar Bali dengan menggunakan travel dengan jam pemberangkatan pukul 11.00 WITA dan sampai banyuwangi Pukul 17.00 WIB.

Patut diperhatikan bahwa pendakian ke Kawah Ijen untuk melihat pesona Blue Fire, maka pendakian harus dilakukan pada tengah malam sehingga dianggap waktu yang tepat untuk melihat Blue Fire serta matahari terbit (sunrise) saat tiba di puncak Ijen. Ini alasan mengapa kami menjadwalkan agar sampe di Banyuwangi harus sore agar ada waktu untuk persiapan pendakian dan istirahat sejenak.

Sesampainya di Banyuwangi, kami menginap di salah satu homestay yang terletak di arah Kota Banyuwangi seharga Rp 125.000 per kamar maupun per hari untuk 2 orang dan sudah termasuk sarapan pagi. 

Fasilitas yang didapat standar, kamar double bed dengan kipas angin serta shared bathroom. Pertimbangan adalah karena kami ingin melakukan wisata secara backpacker dan mengingat penginapan hanya untuk istirahat sebentar serta tempat menaruh barang bawaan sehingga tidak perlu yang mahal.

Transportasi yang digunakan adalah dengan sewa motor seharga Rp 75.000 per unit termasuk helm 2 pieces dan jas hujan untuk 2 orang. Mengingat Kawah Ijen merupakan bagian dari Gunung Ijen sebagai gunung berapi aktif yang selalu mengeluarkan gas belerang sehingga wajib untuk membawa masker wajah khusus. 

Patut diperhatikan bahwa masker wajah ini berbeda dengan masker yang sering digunakan di rumah sakit atau ketika kita sedang flu karena masker yang digunakan untuk pendakian harus tebal serta mampu filter udara khususnya yang berasal dari gas belerang. Bagi yang tidak memiliki, sobat dapat sewa di lokasi seharga Rp 25.000 per pieces. Harga yang cukup murah bukan?

Blue Fire Ijen. Sumber Jejakpiknik.com
Blue Fire Ijen. Sumber Jejakpiknik.com
Pukul 12 malam, kami mulai berangkat dari penginapan menuju pendakian Kawah Ijen. Ada hal kecil yang luput dari perkiraan dan mungkin sangat berguna bagi sobat yang ingin bertraveling ke sini, yaitu perhatikan isi bensin sebelum berangkat. 

Ini karena pada jam tersebut hampir dipastikan tidak ada SPBU yang masih beroperasi dan sangat jarang ditemukan penjual BBM eceran ketika perjalanan. Untunglah kami masih berada di area kota dan masih ada 1 penjual BBM eceran sehingga kami dapat mengatasi 1 masalah ini.

Ketika sobat berencana ke Kawah Ijen dengan kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Perhatikan selalu kondisi kendaraan seperti lampu, rem, hingga kondisi ban. 

Jalan ke Gunung Ijen memang kategori bagus artinya sudah mulus dan teraspal namun jalan yang terus menanjak, sepi dan kadang licin saat hujan dapat menjadi ancaman bagi kita. 

Ada 1 pantangan yang harus dipatuhi bagi pengendara kendaraan motor khususnya motor matic yaitu dilarang untuk mematikan mesin kendaraan saat berada di jalan menurun. Pantangan ini menjadi wajib dipatuhi mengingat resiko besar jika mesin kendaraan dimatikan saat jalan turunan seperti terjungkil ke depan jika melakukan rem mendadak, motor susah dikendalikan hingga elektrika mesin akan rusak dan susah dihidupkan lagi.

Perjalanan ke Gunung Ijen memang membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi karena berada di keheningan malam, suasana sepi, daerah hutan dan tentu saja medan yang menantang. 

Saya sangat sarankan bila ke sini dengan motor seorang diri atau jumlah peserta dikit agar melakukan konvoi dengan peserta lain untuk mengantisipasi kesasar ataupun permasalahan lain di jalan seperti motor mogok atau tidak kuat menanjak.

Tarif ke Kawah Ijen. Dokumentasi Pribadi
Tarif ke Kawah Ijen. Dokumentasi Pribadi
Pukul 01.30 WIB kami sudah sampai di lokasi awal pendakian. Saat akan memasuki gerbang awal, kita perlu melakukan pembelian tiket terlebih dahulu. 

Harga tiket masih terjangkau yaitu Wisatawan Domestik dan berkunjung di hari biasa hanya Rp 5.000 per orang serta parkir kendaraan motor hanya Rp 5.000 per unit serta bagi yang ingin berkemah cukup membayar Rp 5.000. Harga yang sangat ramah di kantong.

Hal menarik ketika sobat mengunjungi Kawah Ijen adalah akan sangat mudah menemukan masyarakat sekitar yang menawarkan jasa ojek. Awalnya saya kaget, wuah di gunung ada layanan ojek tapi bentuknya berbeda. Bukan ojek motor yang umumnya kita lihat, namun lebih kepada gerobak kecil yang didesain agar penumpang dapat berbaring.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3