Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Swasta

Best In Fiction Kompasiana Award 2021/Penikmat sastra dan kopi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

Cerpen: Noel, Ayam Jantan yang Kehilangan Pagi

30 November 2020   11:16 Diperbarui: 2 Desember 2020   03:24 1075
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi by Splendid logo maker (Diolah pribadi)

"Maafkan aku, hai burung hantu dan kelelawar," sesal Noel pada mereka.

Pak Petani tiba menemui Noel, ia sangat khawatir terjadi apa-apa dengan Noel, segera ia berkata pada Noel.

"Noel, apa kau baik-baik saja?" Tanya Pak Petani.

"Aku agak sedikit pusing, sepertinya," jawab Noel.

"Ayo segeralah makan, Noel," ucap Pak Petani.

"Kau harus sehat seperti sedia kala, agar kekacauan hari ini tidak terulang lagi," lanjutnya.

"Kekacauan??" Tanya Noel, kebingungan.

"Iya, akibat kau kehilangan Pagi dan tidak berkokok, lihatlah sekeliling, Noel," jawab Pak Petani.

Noel, melihat sekeliling dan terlihat bunga-bunga dengan noda terbakar sinar mentari, karena tak siap menyerap panasnya untuk melakukan fotosintesis.

Ia melihat lahan yang masih basah di antara ladang dan kebun, karena Pak Petani terlambat menyiram tanaman di pagi hari.

Ia pun melihat, induk-induk ayam bersedih dan murung karena kehilangan banyak telurnya, mereka tak henti-hentinya menangis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun