Mohon tunggu...
Ina Purmini
Ina Purmini Mohon Tunggu... IRT dan PNS

Bukan siapa-siapa, hanya manusia biasa

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Bencimu Membakarmu

15 Juli 2019   23:45 Diperbarui: 16 Juli 2019   00:19 0 0 0 Mohon Tunggu...

Berpuluh tahun kita berteman

Suka dan duka terlewat bersama

Canda tawa sedih dan duka

Bahkan nestapa

Saat kita tersesat di rimba raya

Tak ada lagi bekal di tas kita

Namun kekuatan hati 

Kebersamaan

Keyakinan

Membuat kita survive

Selamat dari kematian

Hati yang terpaut

Tak perlu lagi ungkap kata

Tuk mengetahui maksud diri

Pikiran, tindakan

Selalu senada seirama

Waktu berlalu 

Berpuluh tahun kita berpisah

Jaman berubah

Kupercaya

Engkau tetaplah engkau yang dulu

Ketika saat itu tiba

Kita bersua kembali

Aku tak mengenalimu lagi

Matamu bersinar nanar

Penuh kebencian

Aku termangu

Mendengar ungkapmu

Yang menyalahkan banyak hal

Untuk segala hal

Bahkan seolah 

Tuhan pun kau salahkan

Karena tak penuhi do'amu

Sahabatku

Kemana pergimu?

Yang mengulurkan tangan

Kala ku jatuh

Yang memberiku semangat

Kala ku runtuh

Dengan suara lembutmu

Kau mengutip

Sebuah ayat dari kitab suci kita

Manakala aku meracau menyalahkan keadaan

Yang tak sesuai dengan harapan

Kemudian mulai

Menuntut Tuhan

Kenapa

Tak penuhi

Pintaku

"Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui".

Sungguh

Pertemuan ini membuatku

Takut

Takut api kebencian di matamu

Akan membakarmu

Membakar hatimu

Tak bersisa

Membuatmu

Jadi bukan siapa-siapa

Kota Udang, tengah malam Juli 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x