Mohon tunggu...
Imron Maulana
Imron Maulana Mohon Tunggu... Aktif sebagai pegiat literasi KOMPAK

Mahasiswa aktif di IAIN Madura

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Nasehat Waktu

28 Juni 2019   18:54 Diperbarui: 28 Juni 2019   19:08 0 3 1 Mohon Tunggu...
Nasehat Waktu
img-20180917-wa0005-5d15fefc0d823051b762c9e2.jpg

Nestapa


Serpih-serpih cahaya cinta
Dentangkan tetesan air dari mata air cinta
Lalui awan gemawan air cinta diteteskan

suburkan bumi hati
penuh bibit ketulusan cinta
lalui secercah cahaya tampakkan
taman-taman keindahan cinta dengan bunga-bunga keabadian

taman yang tenggelamkan
hiruk piruk kegersangan hati
jadikan genangan kesenangan dan keindahan hidup

entah,
tiba-tiba datang cahaya lain
gerhana total hilangkan cahaya utama
gelapkan seluruh taman-taman keindahan cinta
kelam jadikan lembah-lembah kenestapaan
sembilu sayati kisah hidup asmara

kembali gersangkan bumi hati
buat layu bibit-bibit ketulusan
yang mulai tumbuh bersama bunga-bunga keabadian
keruhkan kembali kesenangan dan keindahan hidup


pamekasan, 26 Mei 2015

Perempuan


Entahlah...
Perempuan selalu menjadi
Sumber inspirasi dan mata air kehidupan

Tapi jangan sampai
Perempuan bisa menjadi
Berhala yang memasung kehidupan

Pamekasan, 12 Agustus 2015


Nasehat Waktu

Aku ditinggalkan dalam sunyi
Hingga desir detik, jatuh.
Tak tertata lagi
Hanya risik mata air
Air mata beringsut di perut pipi
Tiada kasih
Tiada hati

Kembali tersusun tanya
Disetiap relung-relung hati
Masihkah, tanyanya, diri
Menjadi kasih tanpa masih
Atau telah menjadi diri
Yang dilepas seperti layang-layang
Ke angkasa luas tanpa benang
Atau, atau tanpa atau?

Dan sunyi masih merajalela
Memonopoli kesendirian
Dengan kesedihan

17 Juni 2019


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x