Mohon tunggu...
Imanuel  Tri
Imanuel Tri Mohon Tunggu... Guru - Membaca, merenungi, dan menghidupi dalam laku diri

di udara hanya angin yang tak berjejak kata. im.trisuyoto@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Inilah Kesalahan Akut Seorang Guru: Salah Fokus!

17 Maret 2021   04:30 Diperbarui: 17 Maret 2021   04:39 434
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi-guru-mengajar. Suara.Com

Dan ada guru lain lagi, nimbrung ngrumpi.

"La la la kok menulis, membaca saja ya tidak bisa! Semprul tenan si Anu itu!"

"Lo, ada lagi. Itu si Sondeng yang pakaiannya selalu nglomprot tidak karuan. Tidak bisa menghitung, selalu bikin gaduh di kelas."

"E, ala apa lagi si Sondeng itu. Cuma cengengesan kalau dimarahi. Jian *nyumpek-nyumpeki kelas."

Begitu kurang lebih celotehan guru-guru yang saya rekam di kepala. Celotehan bernada geregetan itu hampir setiap hari terdengar.

Anehnya guru-guru tidak pernah menyeloteh anak-anak papan tengah. Padahal kalau diklasifikasi anak-anak papan tengah itu termasuk baik dan jumlahnya lebih banyak.

Heran, ya benar-benar mengherankan!

Bagaimana tidak heran? Jika prosentase anak papan atas dan papan tengah digabung ada sekitar 80 %. Artinya anak yang baik di kelas itu ada 80 %. Sedangkan anak yang kurang baik hanya 20%. Mengapa guru-guru justru hatinya jengkel dan fokus kepada siswa yang 20 %?

Apakah guru-guru itu tidak tahu bahwa pikiran sangat berpengaruh pada pengejawantahan hasil? Orang Jawa bilang Sabda Pandita Ratu. Apa yang dikatakan itu yang terjadi.

Jika guru selalu menegatifkan siswa, maka sekelompok siswa itu akan benar-benar menjadi siswa yang menyandang banyak kekurangan. Siswa tersebut tidak akan berkembang.

Guru Sebaiknya Fokus Berpandangan Positif

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun