Imam Subkhan
Imam Subkhan

Aktif di Perhumas Surakarta, pendiri Akademi Orangtua Indonesia Surakarta, pengelola lembaga pelatihan SDM pendidikan, dan aktif menulis di berbagai media, baik cetak maupun online. Kreativitas dan inovasi dibutuhkan untuk menegakkan kebenaran yang membawa maslahat. Kritik dan saran silakan ke: imamsubkhan77@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Seandainya Rocky Gerung Sakit Pun, Akan Dijenguk Jokowi?

10 Januari 2019   13:20 Diperbarui: 10 Januari 2019   15:46 404 1 1
Seandainya Rocky Gerung Sakit Pun, Akan Dijenguk Jokowi?
Sumber: Info Seputar Presiden

Baru-baru ini ramai diperbincangkan di media sosial, soal Jokowi yang menjenguk ulama kondang, KH Arifin Ilham yang tengah sakit dan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta (9/1/2019). 

Foto-foto Jokowi saat menjenguk sang ustaz pun tersebar di media sosial. Bahkan semua media online nasional turut menyebarkan atau menautkan link berita dan foto Jokowi bersama ustaz Arifin Ilham di linimasa akun media sosial mereka. 

Sontak saja, postingan mereka langsung diserbu netizen atau warganet. Ada yang sekadar memberi tanda jempol atau suka, ada yang komentar, bahkan banyak pula yang turut membagikannya.

Tentu motif netizen tak lepas dari soal pandangan dan pilihan politik, yang sekarang ini sedang menuju ke puncak ketegangan politik tingkat tinggi. Semua gerak-gerik kandidat, baik itu calon presiden atau calon wakil presidennya akan menjadi sorotan publik. 

Dari mulai ucapan atau kata-kata, sikap dan gerak tubuh, ekspresi wajah, tatapan mata, gesture, gerakan tangan, cara berjalan, penampilan, dan tingkah laku sang tokoh akan selalu menarik perhatian masyarakat, terlebih pengguna internet. 

Ada yang memuji, mengagumi, mendukung, dan secara vulgar menjadi pilihan capresnya, tetapi ada pula yang mengkritik, mencibir, mengumpat, nyinyir, bahkan mencaci-maki. 

Itulah bentuk ekspresi dari para netizen ketika menanggapi beragam berita, foto, atau video tentang para capres dan cawapres yang beredar di media sosial.

Nah, peristiwa atau momentum Jokowi saat menjenguk ustaz Arifin Ilham pun tak luput dari respon para netizen. Tetapi menurut amatan saya dari berbagai akun media online yang turut memberitakan, hampir semua positif tanggapannya. 

Termasuk reaksi para netizen yang ikut memberikan komentar. Komentar-komentar mereka cukup baik, meskipun tak luput dari soal pencitraan politik. Karena kita tahu, setiap momentum bagi capres dan cawapres adalah panggung politik untuk meraih perhatian, simpati, dan dukungan publik secara masif.

Panggung Jokowi dan Raih Poin Dobel

Diberitakan di berbagai media, banyak sekali tokoh politik, pejabat, dan ulama yang ikut menjenguk ustaz Arifin Ilham di RSCM. Mulai dari Sandiaga Uno, KH Ma'ruf Amin, Anies Baswedan, Fadli Zon, Yusuf Mansur, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), termasuk dua tokoh sentral saat ini, yaitu Jokowi dan Prabowo. Kedua tokoh terakhir inilah yang sangat menarik perhatian publik dan pengguna internet di tanah air.

Sebagaimana diketahui, Jokowi menjenguk sang ustaz lebih awal daripada Prabowo. Sebelum bekerja di istana, Jokowi menyempatkan diri di waktu pagi hari untuk menjenguk sang ustaz. Dan tak selang lama, foto-foto kebersamaan Jokowi dan ustaz Arifin Ilham pun beredar di dunia maya. 

Dalam foto tersebut, sangat menggambarkan keakraban yang tercipta antara Jokowi dengan Ustaz Arifin Ilham. Dan yang paling disorot adalah adegan manakala Jokowi merendahkan badannya untuk bisa mendekat ke wajah ustaz Arifin Ilham, sembari kedua tangan mereka saling berjabat erat. 

Eskpresi wajah keduanya menunjukkan keikhlasan, kehangatan, rasa saling empati, saling menghargai, dan saling menyayangi. Seolah-olah, perbedaan pendapat dan pandangan politik yang terjadi selama ini telah melebur menjadi ikatan kasih sayang, persaudaraan, dan kekeluargaan.

Tentu publik sudah mafhum adanya, jika ustaz Arifin Ilham merupakan salah satu tokoh ulama yang turut menggulirkan aksi 212 pada kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan terus melibatkan diri pada dukungan moral dan politik kepada sosok Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta sekarang), kemudian berlanjut pada pencalonan Prabowo untuk Pilpres 2019. 

Meski tak terang-terangan, namun publik dan jemaah pengikutnya bisa menangkap tentang arah politik dari sang ustaz.

Jika merangkum dari fatwa-fatwa sang ustaz, bahwa pemerintahan Jokowi saat ini sebagai rezim yang tidak selaras dengan kepentingan umat Islam, bahkan dicap sebagai penguasa yang zalim dan mengkriminalisasi terhadap para ulama dan habaib di Indonesia. 

Sehingga bagi sang ustaz, Jokowi dianggap masuk barisan yang harus ditentangnya dan tidak akan didukungnya untuk menjadi presiden kembali di 2019. Prabowo adalah calon presiden yang direkomendasikan oleh para ulama termasuk dirinya untuk bisa memperjuangkan kepentingan umat Islam.

Oleh karena itu, kehadiran Jokowi di sisi sang ustaz tatkala tengah terbaring sakit, menjadi berita yang menghebohkan publik. Menurut saya, momentum ini benar-benar menjadi panggung Jokowi, bukan Prabowo. 

Jokowi dianggap memiliki kepribadian yang sangat humanis, memanusiakan manusia, nguwongke uwong, melebihi dari sekadar ambisi dan tujuan politik. Jokowi lebih mementingkan aspek kemanusiaan daripada politik an sich

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3