Mohon tunggu...
Ika Septi
Ika Septi Mohon Tunggu... Lainnya - Lainnya

Gabut mania.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pantai yang Hilang

18 September 2022   21:53 Diperbarui: 18 September 2022   22:51 161 26 13
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi : welcomepei.com

Dulu, melebur bersama pantai
Dibelai lembut alunan angin
Menerpa pipi rambut tergerai
Menyesap aroma asin nan dingin

Kini, merasa asing di pantai
Angin laut tak lagi menyapa riang
Walau ombak masih berangkai
Namun semua terasa hilang

Hewan pasir pergi perlahan
Tak ada lagi rasa tenang
Ribuan tawa berarakan
Di antara bunyi suling dan kendang

Baca juga: Puisi Jawa | Pecel

Spot-spot foto bertebaran
Orang-orang lalu-lalang
Bersama kerlip sinar buatan
Mencari sudut nan cemerlang

Gambar sosok bertebaran
Mendaku hebat bagai juara
Semua tak ingin ketinggalan
Demi linimasa lebih berwarna

Berjuta sampah diam membangkai
Luapan limbah tak terbendung
Debur ombak enggan menyapu pantai
Merajuk kelam polusi tanpa ujung

Pantai tersedu di antara biru
Pergi sudah sang jati diri
Bulan merayu menyodorkan bahu
Pantai menangis tak terperi

Sekian.

Baca juga: Mau (Beli) Kursi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan