Mohon tunggu...
Ika Septi
Ika Septi Mohon Tunggu... Lainnya - Lainnya

Penyuka musik, buku, kuliner, dan film.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Ken dan Pintu yang Hilang

3 Agustus 2020   16:42 Diperbarui: 3 Agustus 2020   17:40 285
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar diolah dari www.pexels.com

Ken tak peduli dengan semua pemberitaan media yang memojokkannya karena meja tak berpenghuni itu, yang penting ia telah menyediakan ruang untuk orang-orang terkasihnya.

"Ken kamu yakin tidak ikut kami untuk merayakan semua ini?" Ryu mengangkat tropi miliknya sesaat setelah acara selesai.
Ken tersenyum lalu menggeleng.

"Bersenang-senanglah, saat ini aku hanya ingin sendiri."

"Hari ini kamu tak akan sempat untuk sendiri karena ... ada mereka." Ryu tersenyum, merangkul bahu temannya itu dan menunjuk kepada tiga sosok yang berjalan tergesa ke arah mereka.

Ken menatap tiga sosok yang sangat ia kenal dan kini telah berada di hadapannya.
"A...a..."  Ken terbata.

Tanpa menunggu lama, pria setengah baya itu pun mulai berbicara.

"Maafkan ayah, Nak. Selama ini ayah telah membuat hidupmu tak bahagia. Ayah telah memaksakan semua keinginan ayah kepada mu."

Ken berdiri kaku di hadapan ayahnya.

"Aku yang seharusnya meminta maaf karena aku telah mengecewakan ayah dan ibu."

Ayahnya menggeleng sementara Ibu dan kakak perempuannya telah tenggelam dalam lautan air mata.

"Ayah bangga pada mu, Nak.  Tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ayah ketika melihat anaknya berhasil atas jerih payah dan keinginannya sendiri."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun