Mohon tunggu...
Iffat Mochtar
Iffat Mochtar Mohon Tunggu... Wiraswasta - Profesional - Wiraswasta

Country Manager di sebuah Perusahaan Swasta Asing yang bergerak di sektor Pertambangan. Berdomisili di kota minyak Balikpapan, Kalimantan Timur. Memiliki banyak ketertarikan di bidang marketing, traveling, kuliner, membaca dan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Perth, Kota Indah di Tepi Sungai Angsa

30 November 2020   08:54 Diperbarui: 2 Desember 2020   04:10 2249
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Elizabeth Quay Difoto dari Atas Jembatan Pedestrian | Dokumen Pribadi

Sebelum menjejakkan kaki di suatu kota atau negara yang ingin dikunjungi ada baiknya kita mencari informasi terlebih dahulu mengenai kondisi destinasi tempat yang akan kita kunjungi tersebut. 

Kemudian, bisa juga melalui referensi tulisan dari orang-orang yang sudah pernah berkunjung atau melalui official video yang biasanya dipromosikan oleh Departemen Kepariwisataan setempat atau juga bisa melalui review dari para traveler yang banyak mempublikasikannya ke akun Youtube mereka masing-masing. 

Hal ini sangat diperlukan jika kita melakukan perjalanan secara mandiri tanpa melalui jasa biro wisata, paling tidak sebelum keberangkatan kita sudah memiliki pedoman untuk mengunjungi tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi.

Kali ini saya ingin mengajak para pembaca Kompasiana khususnya yang tertarik dengan artikel mengenai wisata untuk mengenal lebih dekat kota Perth yang merupakan Ibukota Negara Bagian Australia Barat dan sekaligus menjadi kota terbesar di tepi barat benua Australia.

Mengapa kota Perth yang saya pilih pada tulisan saya kali ini, karena salah satu alasannya adalah Perth memiliki jarak yang cukup dekat dengan negara kita Indonesia jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang berada di benua Australia ini.

Sehingga, Perth menjadi salah satu tujuan yang sangat diminati oleh orang-orang Indonesia baik untuk tujuan belajar, jalan-jalan bahkan ada yang menjadikannya sebagai tempat untuk mencari perubahan hidup misalnya untuk bekerja maupun berbisnis di sana. 

Saat ini memang sudah ada beberapa orang Indonesia yang sudah mencapai kesuksesan dalam hal meniti karir di pekerjaannya maupun yang menjalankan roda bisnis di benua kanguru ini baik yang ada di kota Perth maupun di kota Fremantle salah satu kota pelabuhan di tepi barat Australia yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Perth.

Jumlah penduduk di kota Perth saat ini sekitar 2,14 juta jiwa yang sebagian besar bermukim di pusat kota yang dibelah oleh sebuah aliran sungai yang sangat indah yaitu Swan River yang menjadi salah satu ikon kota Perth.

Berbicara mengenai Swan River atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah Sungai Angsa, tidak terlepas dari sejarah panjang mengenai asal-usul penamaan sungai yang indah ini. Sungai ini awalnya dinamai “Swarte Swaene-Revier" oleh seorang penjelajah dari negeri Kincir Angin bernama Willem de Vlamingh pada tahun 1697 dimana banyak dijumpai angsa-angsa hitam yang berenang di sungai tersebut. 

Hingga sekarang masih terdapat cukup banyak angsa hitam yang berenang-renang di sungai tersebut sehingga ada juga yang masih menamakannya sebagai Black Swan River. Angsa-angsa ini sangat jinak dan tidak takut dengan kehadiran manusia, kita bisa memberinya makan dan mereka akan segera menghampiri kita. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun