Mohon tunggu...
Reisya latifah zahra
Reisya latifah zahra Mohon Tunggu... Lainnya - pelajaran

membaca

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Petang di Tepi Lautan

1 April 2024   16:23 Diperbarui: 1 April 2024   16:24 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di tepi lautan yang tenang, petang datang berlabuh,
Gelombang pun mereda, sunyi mulai menjalar.
Senja menghampiri, memeluk laut dengan hangat,
Merah jingga terpapar, memancar ke langit biru.

Suaranya samar terdengar, desiran angin pun berlalu,
Pasir putih tergurat, oleh langkah kecil waktu.
Di kejauhan, kapal mengapung, menjelajahi samudra luas,
Menyisakan jejak di balik cakrawala yang biru.

Dalam keheningan petang, aku merenungi sendiri,
Memandang langit dan lautan, menyatu dalam kehampaan.
Beban hati pun terangkat, oleh indahnya pemandangan,
Di petang di tepi lautan, ada kedamaian yang abadi.

Biarlah petang berlalu, menyisakan kenangan manis,
Di tepi lautan yang sunyi, diiringi oleh suara ombak.
Pada petang yang damai ini, aku menemukan ketenangan,
Di tepi lautan yang tak pernah lelah bercerita.


Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun