Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Penulis - Cerpenis.

Nomine Terbaik Fiksi dalam Penghargaan Kompasiana 2021. Enam buku antologi cerpennya: Rahimku Masih Kosong (terbaru) (Guepedia, 2021), Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (Guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (Guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (Guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (Guepedia, 2021). Satu buku antologi puisi: Coretan Sajak Si Pengarang pada Suatu Masa (Guepedia, 2021). Dua buku tip: Praktik Mudah Menulis Cerpen (Guepedia, 2021) dan Praktik Mudah Menulis Cerpen (Bagian 2) (Guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Menerima Kebuntuan Menulis sebagai Bagian Alamiah Dunia Kepenulisan

6 Oktober 2021   19:50 Diperbarui: 15 Oktober 2021   21:43 226 21 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
ilustrasi perempuan mengalami kebuntuan menulis (pexels.com/Karolina Grabowska) 

Selama hidup, manusia pasti tidak lepas dari masalah. Beragam cara menanggapi: mencari solusi, melarikan diri darinya, atau hanya menerima, mendiamkan, dan membiarkan waktu saja yang menjawab. Tentu, kebuntuan menulis bisa disebut salah satu masalah krusial dalam menulis yang juga perlu dicarikan solusinya.

Siapa para Kompasianer yang tidak pernah mengalami kebuntuan menulis? Istilah kerennya writer's block. Menurut Wikipedia, kebuntuan menulis:

Sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. Dijelaskan lebih lanjut, kehilangan kemampuan menulis dan membuat karya tulis baru tidaklah disebabkan oleh masalah komitmen atau kecakapan menulis.

Saya pernah merasakan. Ketika tangan telah membuka dan menyalakan laptop, kaki sudah duduk rapat di atas kursi, mata sedang fokus menatap layar, tidak ada yang tertulis sama sekali.

Ide hilang begitu saja. Waktu terbuang sia-sia. Bisa itu berlama-lama di depan laptop, hanya memandang layarnya. Tangan tidak bekerja sama dengan otak dalam menghasilkan tulisan.

Kebuntuan menulis dapat terjadi...

Menurut saya, kebuntuan menulis dapat lebih cepat terjadi pada penulis yang fokus atas genre tulisan tertentu. Semisal, fiksi berupa puisi atau cerpen. Fokus di sini berarti hanya genre itu yang ditulisnya, semakin sering, menguasai, bahkan bisa ternilai mahir.

Saya sendiri menulis di Kompasiana terhitung 16 Mei 2020, sudah ada 509 hari sampai sekarang. Bersama tulisan ini, ada 707 tulisan. Berarti, saya mampu menulis sehari satu artikel.

Sekilas saya seperti tidak mengalami kebuntuan menulis. Tetapi, masalah itu di tengah jalan saya alami. Jujur, saya pernah buntu menulis cerpen. 

Ilustrasi buntu menulis | sumber: Shutterstock/Peter Nadolski via merdeka.com
Ilustrasi buntu menulis | sumber: Shutterstock/Peter Nadolski via merdeka.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan