Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Penulis - Cerpenis.

Enam buku antologi cerpennya: Rahimku Masih Kosong (terbaru) (guepedia, 2021), Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (guepedia, 2021). Satu buku antologi puisi: Coretan Sajak Si Pengarang pada Suatu Masa (guepedia, 2021). Satu buku tip: Praktik Mudah Menulis Cerpen (guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Berkomentar dan Membalas Komentar adalah Cara Saya Mendoakan Kompasianer

9 Juli 2021   10:39 Diperbarui: 9 Juli 2021   10:40 175 23 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berkomentar dan Membalas Komentar adalah Cara Saya Mendoakan Kompasianer
Ilustrasi doa, sumber: freepik.com

Kunjungan antarakun Kompasianer atau yang beken disebut blogwalking lazim saya lakukan sebelum dan sesudah menayangkan artikel. Saat tidak menulis pun, tidak terlewatkan.

Pada beberapa akun, saya begitu rindu membacanya. Kualitas tulisan tidak diragukan. Ada wawasan saya peroleh. Waktu menjadi tidak terbuang seusai membaca.

Sebagai ganti dan ucapan terima kasih karena telah memandaikan, saya kerap memberi nilai dan meninggalkan komentar. Kebanyakan apresiasi, ada sedikit pernah tentang koreksi. Pada akhir komentar, saya selalu membubuhkan pesan "sehat selalu dan salam".

Waktu membalas komentar pada akun saya, pun begitu. Tidak ada beda. Selain sebagai kesantunan bersilaturahmi daring, ada rasa tidak enak jika tidak membalas.

Orang sudah berkunjung ke rumah kita, sudah tentu kita sambut sebaik-baiknya. Saya senang, akun saya dikunjungi. Begitu pun sekiranya Kompasianer lain.

Terkesan template

Bagian akhir komentar saya mungkin terkesan template. Sesuatu yang diulang-ulang dan sekadar dituliskan. Namun, saya pakai perasaan menulis itu. Ceileh... Hahaha...

Benar. Saya tidak bohong. Itu adalah doa saya bagi Kompasianer. Saya begitu paham, kalimat itu menjadi idaman semua orang dari masa ke masa, terutama sekarang.

Banyak yang berusaha sehat dengan melakukan segala cara. Mengorbankan kepuasan pribadi dengan hanya berdiam di rumah rela dilakukan, semata-mata agar sehat dari Covid-19.

Itulah yang terus saya harapkan. Melihat para Kompasianer tetap menayangkan tulisan, pertanda kemungkinan besar kondisi tubuhnya baik-baik saja. Ada pikiran yang masih sehat. Ada rasa mendalam tertuliskan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN