Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Cerpenis.

Penulis Buku Antologi Cerpen Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Cuti Bekerja dan Berbagai Polemiknya

3 Juni 2021   09:28 Diperbarui: 3 Juni 2021   10:58 80 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cuti Bekerja dan Berbagai Polemiknya
Ilustrasi menandai cuti bekerja, sumber: idxchannel.com

Seorang pegawai melihat kalender tahun depan. Seusai mengetahui daftar libur nasional telah diumumkan, ia lekas-lekas mengatur agenda. Telah banyak di pikirannya, tujuan wisata untuk dikunjungi.

Memang, ia adalah pegawai yang gemar melancong. Ia ingin sekali seluruh pengajuan cutinya dikabulkan atasan. Kendati ia tahu, sebagai seorang atasan pula, sekali waktu, satu dua hal perlu dipertimbangkan dahulu.

Apakah Anda pernah jenuh bekerja? Apakah Anda mendadak ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan? Atau, Anda terganggu kesehatannya sehingga tidak mampu bekerja?

Dalam kehidupan pribadi sehari-hari atau saat bergaul dengan sesama terutama keluarga, di antara kita pasti pernah mengalaminya. Keterbatasan manusia mengakuinya. Kejadian mendadak yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, kematian, kesakitan, dan lainnya, hanya sebuah misteri yang sebaiknya ikhlas diterima.

Bila terjadi pada anggota keluarga, mau tidak mau, kita tinggalkan sejenak pekerjaan. Kita turut bersimpati dan berempati dengan menghadirinya. Biasanya, kita ambil cuti bekerja.

Cuti tahunan karyawan

Cuti merupakan hak libur tiap-tiap pegawai dari rutinitas bekerja, berdasarkan izin atasan. Selain untuk memenuhi keperluan tertentu, pegawai menggunakan cuti guna menyegarkan diri baik secara rohani maupun jasmani. Untuk hal ini, diharap setelah cuti, dapat kembali optimal menyelesaikan pekerjaan.

Berdasarkan Pasal 79 ayat (1), (3), dan (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 202o tentang Cipta Kerja, pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti.

Cuti dimaksud yang wajib diberikan kepada pekerja atau buruh, yaitu cuti tahunan, paling sedikit 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja atau buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus. Pelaksanaan cuti tahunan diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Calon PNS, menurut pasal 311 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, PNS dan Calon PNS yang telah bekerja paling kurang (satu) tahun secara terus-menerus berhak atas cuti tahunan. Lamanya 12 (dua belas) hari kerja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x