Mohon tunggu...
Hara Nirankara
Hara Nirankara Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Buku

Buku: Melankofisa, Hanno Nakshatra | Penulis Terpilih Lomba Esai Tingkat Nasional Tahun 2019 | Penulis JejakPublisher -Kadang seperti anak kecil-

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Skenario Terburuk Pilpres 2024: Masa Jabatan Presiden Diperpanjang!

11 September 2021   12:57 Diperbarui: 11 September 2021   13:01 244 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Sudah lebih dari satu tahun negara kita terpapar oleh wabah virus, selama itu pula Indonesia (khususnya) menghadapi gelombang krisis ekonomi dan kesehatan. 

Berbagai upaya untuk menstabilkan ekonomi telah dilakukan oleh Pemerintah, seperti PSBB, New Normal, PPKM, hingga bantuan sosial. 

Namun di sisi lain, ancaman yang mungkin saja terjadi berikutnya adalah perpanjangan masa jabatan Presiden. Loh, kok bisa? Berikut persepsi Saya mengenai hal ini.

Indonesia akan Memproduksi Vaksin

Pada pertengahan tahun 2022, Indonesia direncanakan akan memproduksi vaksin Merah Putih secara masa masal. Dilansir dari laman Kompas, Menteri BUMN Erick Thohir menjanjikan bahwa Indonesia akan memproduksi vaksin Merah Putih, hal itu dilakukan demi mengurangi ketergantungan impor vaksin.

Dari berita barusan, kita sudah bisa menebak bahwa masa pandemi akan bertahan hingga tahun 2022, bahkan bisa sampai masa pilpres usai. Belum lagi soal prediksi para ahli tentang vaksinasi di Indonesia, setidaknya membutuhkan waktu selama 10 tahun untuk memvaksin seluruh rakyat Indonesia.

Indikator di atas menguatkan "skenario" perpanjangan masa jabatan Presiden Indonesia, dan jika hal itu terjadi, prediksi selanjutnya yang akan terjadi mungkin saja huru hara.

Berita terkait produksi vaksin bisa dibaca di sini.

Jokowi Menolak Amandemen

Dalam banyak berita, kita bisa menemukan sikap Presiden Jokowi yang dengan tegas akan menolak rencana perpanjangan masa jabatan, sikap penolakan itu juga dibarengi dengan sikap MPR yang dengan tegas akan menolak amandemen perpanjangan masa jabatan Presiden. Tapi sayangnya, keputusan bukan di tangan Jokowi, kenapa? Mari kita flashback pada rencana penguatan KPK, Presiden Jokowi saat itu berkata bahwa KPK akan dikuatkan sehingga pelaku korupsi di Indonesia diharapkan menurun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan