Mohon tunggu...
Achmad Nur Hidayat
Achmad Nur Hidayat Mohon Tunggu... Pakar Kebijakan Publik

Achmad Nur Hidayat (Born in Jakarta) previously earned Master Public Policy on Economic Policies from Lee Kuan Yew School of Public Policy National University of Singapore (NUS) and from Tsinghua University, Beijing China in 2009. He had an executive education from Harvard Kennedy School of Government, Boston-USA in 2012. He is currently assisting and providing recommendation for both the Supervisory Board of Central Bank of Indonesia and Government of Indonesia in the effort to increase sustainable economic growth, maintain the financial system stability and reinvent human resources capacities in line with technological disruption. He was Chairman of Student Boards (Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia) University of Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Bagaimana Individu Mempersiapkan Diri Hadapi Resesi?

7 Agustus 2020   20:24 Diperbarui: 9 Agustus 2020   02:29 1062 9 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bagaimana Individu Mempersiapkan Diri Hadapi Resesi?
ilustrasi resesi global. (sumber: shutterstock.com via kompas.com)

Pertumbuhan ekonomi kuartal 2 2020 telah dirilis BPS kemarin 5 Agustus 2020. Hasilnya diluar prediksi banyak pihak yaitu negatif -5.32% sementara kemenkeu BI, IMF dan World Bank memprediksi sekitar -3.0% sampai -4.3%.

Prediksi yang tidak akurat tersebut menyadarkan kita bahwa ekonomi kedepan agak sulit diprediksi.

Kekhawatiran akan terjadi resesi semakin nyata. Kalangan pelaku usaha  yang disurvei di seluruh dunia setuju bahwa resesi adalah risiko bisnis terbesar pada tahun 2020.

Resesi diidentifikasi oleh dua kuartal berturut-turut dari penurunan produk domestik bruto dan cenderung menyebabkan tiga hal yaitu (1) peningkatan pengangguran, (2) Peningkatan tunggakan pinjaman yang lebih tinggi dan (3) hilangnya nilai aset berisiko seperti saham dan obligasi korporasi.

Investor individu dapat mempersiapkan diri untuk resesi dengan mengurangi risiko dalam portofolio mereka. 

Ini dapat dicapai pertama kali dengan mempertahankan portofolio investasi yang terdiversifikasi dan menghindari terlalu banyak konsentrasi di satu aset 

Selain itu, individu harya menghindari investasi pada aset yang tidak likuid yaitu aset yang tidak dapat dijual dengan mudah.

Diversifikasi Aset | Sumber: 30stades.com
Diversifikasi Aset | Sumber: 30stades.com

Terakhir, Para pemegang utang seperti utang properti, utang kartu kredit dan pinjaman mobil yang bayar bulanan tinggi sangat berbahaya jika pendapatan mereka itu turun.

Setiap individu menghadapi tantangan unik yang berbeda satu sama lain. Bagi  individu yang memiliki diversifikasi aset: Sebagian besar dari kekayaan bersih individu tersebut umumnya dikunci ke dalam aset yang besar dan tidak likuid seperti tanah dan rumah - dan seringkali memiliki leverage (utang) yang tinggi. 

Tidak seperti aset saham dan obligasi, individu tersebut punya aset tanah dan rumah, tidak dapat dengan cepat menjual tanah dan rumahnya dan umumnya penjualan sangat mahal dan menjadi sulit di masa resesi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x