Mohon tunggu...
Hidayah Mursyida
Hidayah Mursyida Mohon Tunggu... Pramugari - .

aku padamu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sayap Pelindung

3 Oktober 2023   22:47 Diperbarui: 4 Oktober 2023   06:06 102
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Ibu...
Kau adalah master dari setiap tugas.
Kau adalah sumber kenyamanan yang dapat diandalkan.
Kau adalah bantal di saat jatuh.
Kau membantu di saat-saat sulit.

Begitu lembut, namun begitu kuat.
Dalam senyum kau sembunyikan letihmu.
Tiada yang lebih tulus dari cinta kasihmu.
Tiada yang lebih hebat dari pengorbananmu.
Tiada yang lebih kuat dari perjuanganmu.

Ketika ragamu mulai rapuh,
Kakimu yang tak lagi kukuh,
Pandanganmu yang semakin keruh,
Kau tetap jadi sayap pelindung bagiku.
Kau tetap berusaha memberi yang terbaik.

Tak pernah kuharap kau cepat tua.
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia.
Selalu ku harapkan kau terus bersamaku,
Dengan cinta dan kasih sayang yang tiada tara.

Kini aku beranjak remaja.
Kasih sayang itu masih tetap sama.
Perhatian itu masih seluas samudra,
Takkan surut hingga senja menyapa,
Terus kekal abadi dalam suka dan duka.

Maaf jika tak selalu ada di saat lukamu melanda.
Maaf jika belum bisa menjadi kebanggaanmu,
Namun, aku sedang berjuang menggapai cita-citaku.
Semoga aku bisa membanggakanmu,
Ibu..

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun